Tidak Ada Pasokan BBM, Seluruh Alat Berat Berhenti Beroperasi di Lokasi Bencana

Maninjau,kaba12 — Ditengah kegamangan warga yang masih dibayangi banjir bandang susulan di berbagai kecamatan di kabupaten Agam, ada kabar duka lain yang justru membuat banyak pihak merinding.

Pasalnya, dalam dua hari terakhir, seluruh alat berat yang diterjunkan untuk penanganan dalam bencana di 6 kecamatan di kabupaten Agam berhenti beroperasi karena tidak adanya BBM jenis bio solar.
Informasi yang diperoleh kaba12 di wilayah Kecamatan Tanjung Raya, Palembayan, Malalak, Matur dan Palupuah, khusus alat yang dikelola Pemkab.Agam berhenti beroperasi karena tidak adanya BBM yang diturunkan pemerintah untuk mengoperasionalkan alat-alat berat yang tengah membersihkan material banjir bandang dan tanah longsor.

Bahkan, pantauan kaba12,Kamis, (8/1/2026), di Kecamatan Tanjung Raya, mayoritas alat berat terparkir tidak di area terdampak bencana, baik di Pasar Maninjau, Sungai Batang, Bayua dan beberapa lokasi lain. Kondisi serupa, diinformasikan terjadi di berbagai kecamatan terdampak bencana cukup parah.

Waktu dikonfirmasi kaba12 di posko kantor camat Tanjung Raya, Sekretaris Camat Arfinus membenarkan kondisi itu. Bahkan disebutkan, alat berat di berbagai titik, sejak dua hari terakhir tidak beroperasi karena BBM tidak ada. “Kalaupun ada yang beroperasi di lapangan, itu dibiayai mandiri oleh masyarakat, “jelasnya.

Disebutkan, Arfinus, tidak adanya pasokan BBM jenis biosolar untuk menggerakkan operasional 17 alat berat yang saat ini beroperasi di wilayah Tanjung Raya, “ada kebijakan baru, tidak diperbolehkan membeli biosolar dan harus dexlite, saat memasuki masa transisi pemulihan. Untuk mengambil kebijakan pun kami di lapangan sangat sulit, karena tidak ada regulasinya, “sebut Arfinus lagi.

Diakui Arfinus, saat ini seluruh alat berat yang biasanya setiap hari beroperasi membersihkan material banjir bandang, longsor dan tumpukan batu-batu besar termasuk lumpur di berbagai titik, tidak bisa beroperasi karena belum ada kebijakan terkait masalah BBM tersebut, “kami jadi kebingunan di lapangan, saat ini alat berat dan operator masih tidak bergerak, “ungkap Arfinus lagi.

Pantauan kaba12, di beberapa titik di kawasan Maninjau terlihat alat berat tidak beroperasi dan diparkir di tepi jalan dan di titik tertentu di kawasan yang masih terlihat banyak tumpukan batu-batu besar dan lumpur. Tak jelas, kapan proses pembersihan material dampak bencana yang menutupi kawasan itu akan kembali dibersihkan.

(HARMEN)

0Shares