Bukittinggi, KABA12.com — Wali Kota Bukittinggi Erman Safar melakukan ekspose pada Verifikasi Lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) secara virtual, Selasa (30/03), di BCC Bukittinggi. Kegiatan itu juga dihadiri Sekretaris Daerah, Plt Asisten III, Kadis P3APPKB, Kepala Bappelitbang, Inspektur, Kepala Badan Keuangan serta SKPD terkait lainnya.
Dalam kesempatan itu Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, mengatakan, Pemko Bukittinggi telah menunjukkan komitmen lewat 7 prasyarat PUG yaitu komitmen lewat adanya peraturan daerah, adanya kebijakan operasional atau teknis, adanya pokja, focal point dan tim teknis, adanya sumber daya baik SDM, Dana dan Sarana Prasarana, adanya profil gender statistik gender, adanya panduan, modul dan bahan KIE serta adanya dukungan masyarakat.
“Terkait PUG ini telah dintegrasikan pada visi, misi serta RPJMD Kota Bukittinggi Tahun 2016-2021. Dimana isu perempuan dan anak menjadi salah satu isu strategisnya. Dengan sasaran meningkatknya kualitas penduduk, pembangunan keluarga, Pengarusutamaan gender dan perlindungan anak,” jelasnya.
Sementara, Asisten Deputi Keseteraan Gender Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dermawan, mengatakan, verifikasi kali ini yang dilaksanakan secara daring, menjadi tantangan sendiri bagi verifikator maupun bagi Kota Bukittinggi dalam menyiapkan bahan. Karena itu Dermawan mengapresiasi pemerintah Kota Bukittinggi yang telah melengkapi data dan informasi terkait pengarusutamaan gender berikut capaian selama tahun 2020.
Menurut Dermawan, data itu sangat penting dalam menyusun langkah efektif dan efisien dalam mewujudkan keadilan yang merata bagi laki laki dan perempuan. Tujuan kegiatan hari ini adalah untuk memverikasi dan melihat lebih dalam lagi berdasarkan isian formulir yang sudah dikirimkan sebelumnya dengan data lebih lengkap.
“Hasil verifikasi dan data yang lebih lengkap itu akan menjadi dasar pertimbangan bagi calon penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 bagi Kabupaten dan Kota yang dinilai berhasil dalam mewujudkan pengarustamaan gender di daerah. Hasil verifikasi konfirmasi dan validasi data akan menjadi patokan penilaian utama karena itu diharapkan tetap mengirimkan data tambahan yang dibutuhkan nantinya,” ujarnya.
Tin verifikator dipimpin Yusuf Supiandi. Menurut Yusuf Supiandi, komitmen dari Walikota Bukittinggi menjadi pedoman bagaimana harapan dan proyeksi Pengarusutamaan Gender di Bukittinggi. hal itu akan menjadi nilai besar dalam penilaian ini.
(Ophik)
