Kaba Terkini

Tanggapi Reaksi Mutasi Perdana 2023, Sekab.Agam : Melalui Evaluasi dan Kajian Matang

Lubukbasung, kaba12.com — Menanggapi reaksi dari banyak pihak terkait dengan mutasi perdana yang digelar Pemkab. Agam Senin,(2/1) kemarin, terutama adanya pejabat daerah yang non-job yang justru berbeda dari statement Bupati Agam yang dinyatakan di berbagai moment.

Termasuk penurunan status bagi 2 pejabat daerah yang dilantik, yang ditengarai sebagai bentuk sangsi dari pimpinan daerah karena berkaitan dengan kinerja pejabat bersangkutan serta beragam isu lain yang selalu mewarnai setiap kegiatan mutasi pejabat daerah dijawab lugas Sekretaris Daerah Agam H.Edi Busti.

Seperti dijelaskan Sekab.Agam H.Edi Busti kepada kaba12.com, Selasa,(3/1) dini hari, yang menegaskan, seluruh penetapan, mutasi, promosi dan rotasi jabatan yang dilakukan untuk 85 pejabat yang dilantik bupati Senin kemarin sudah melalui proses dan kajian matang.

H.Edi Busti menyebut pernak-pernik yang muncul, merupakan hal yang wajar, apalagi saat mutasi perdana, pengisian nomenklatur baru dan adanya keinginan personal yang tidak tersalurkan, sehingga memicu reaksi.

Sekab.Agam itu kepada kaba12.com, menjelaskan beberapa poin persoalan yang dipertanyakan banyak pihak itu, terutama berkaitan dengan status non-job Edi Arta Bastiam yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang PAD I BEKAUDA Agam, dalam pelantikan 85 pejabat baru Senin ini, namanya “raib” alias non job, karena tidak terlihat namanya dalam daftar pejabat yang dilantik.

Dijelaskan Edi Busti, terkait masalah Edi Arta Bastiam, tidak mendapat jabatan karena adanya “masalah” yang sedang dalam proses pemeriksaan, “ masalahnya cukup serius dan berpotensi mengganggu aktivitas kerja lembaga dan pribadi yang bersangkutan. Kita akan jelaskan pada yang bersangkutan,” jelasnya.

Hal lain yang muncul, masalah “turun” posisi eselon khususnya 2 pejabat daerah masing-masing Imran Pangaduan,S,Sos sebelumnya menjabat kepala bagian Pengadaan Barang-Jasa Sekab.Agam (Eselon IIIa) dimutasi sebagai Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah (Eselon IIIb), kemudian Syafrizal,SH,MH, sebelumnya menjabat Kepala Bagian Hukum dan Persidangan Sekretariat DPRD Agam (Eselon IIIa) dimutasi sebagai Kepala Bidang Lalulintas Dishub Agam (Eselon IIIb).

Dijelaskan Edi Busti, turun 1 digit “status” eselonering dua pejabat eselon III itu, masing-masing Imran Pangaduan dan Syafrizal justru sudah melalui proses pembahasan dan kajian matang, bahkan hal itu mendapat persetujuan dari pimpinan daerah.

Terkait masalah Imran Pangaduan dirotasi karena berkaitan dengan masalah kinerja di lembaga yang dipimpin sebelumnya (BPBJ), yang sepanjang tahun 2022 mengalami penurunan, berkaitan dengan proses pelelangan (tender) proyek-proyek dan pengadaan kegiatan yang mayoritas terlambat yang berdampak terhadap kinerja Pemkab.Agam.

Hal itu dibuktikan, hingga akhir tahun 2022 banyak kegiatan yang berstatus “telat bayar” sampai perubahan anggaran 2023, ada yang putus kontrak karena keterlambatan proses, dan hal-hal lain yang menyebabkan banyaknya kegiatan pembangunan yang diawali dari proses pelelangan jadi terbengkalai, “ hal itu sudah melalui kajian dan evaluasi pimpinan, “tegasnya.

Terkait dengan posisi Syafrizal, Edi Busti menyebutkan juga berkaitan dengan kinerja yang selama ini secara konsisten terus dievaluasi unsur pimpinan daerah, “ kita akan jelaskan pada yang bersangkutan, dan tidak mungkin akan kita jelaskan detail di publik, “ sebut Sekab.Agam itu serius.

Dorong Optimalisasi Kinerja

Disisi lain, Sekab.Agam Edi Busti menegaskan, sesuai komitmen Bupati Agam dan tugas yang diemban pihaknya selalu pimpinan ASN Pemkab.Agam, kinerja dan komitmen untuk menghasilkan kegiatan yang berkualitas menjadi prioritas utama.

Bahkan, secara konsisten pihaknya mendorong seluruh jajaran ASN Pemkab.Agam untuk memaksimalkan kegiatan dengan berkinerja baik sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang sudah diamanahkan pimpinan.

“ Kita akan terus lakukan evaluasi dan kita berharap, dengan hasil evaluasi yang dilakukan, bisa mendorong seluruh pejabat daerah dan para ASN untuk berbuat maksimal sesuai tugas dan tanggungjawab yang sudah diemban, karena hal ini sepenuhnya untuk kemajuan daerah, “ tegas Edi Busti lagi.

HARMEN

To Top