Lubukbasung, kaba12.com — Mutasi perdana yang digelar Pemkab.Agam, Senin, (2/1) di Balairung Kediaman Resmi Bupati Agam, Padang Baru Lubukbasung tuai reaksi. Pasalnya dari 85 pejabat yang dilantik, beberapa pejabat disebut-sebut mendapat “sangsi” berupa penurunan eselon, bahkan ada pejabat eselon III yang non-job.
Kondisi ini, berbeda dibanding pernyataan bupati Agam Andri Warman yang sejak menegaskan komitmennya untuk tidak me-nonjob-kan jabatan personilnya, terutama yang sudah mengabdi bagi pemerintah daerah di berbagai OPD.

Informasi yang diperoleh kaba12.com, termasuk dengan “turunnya” posisi eselon khususnya 2 pejabat daerah masing-masing Imran Pangaduan,S,Sos sebelumnya menjabat kepala bagian Pengadaan Barang-Jasa Sekab.Agam (Eselon IIIa) dimutasi sebagai Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah (Eselon IIIb), kemudian Syafrizal,SH,MH, sebelumnya menjabat Kepala Bagian Hukum dan Persidangan Sekretariat DPRD Agam (Eselon IIIa) dimutasi sebagai Kepala Bidang Lalulintas Dishub Agam (Eselon IIIb).
Yang menarik, nama Edi Arta Bastiam yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang PAD I BEKAUDA Agam, dalam pelantikan 85 pejabat baru Senin ini, namanya justru “raib” alias non job, karena tidak terlihat namanya dalam daftar pejabat yang dilantik. Sosok Edi Arta disebut-sebut dinilai kreatif dan banyak inovasi, terutama dalam mendorong realisasi PAD Agam.

Menanggapi mencuat halnya itu,Yunilson, Kepala BKP-SDM Agam waktu dikonfirmasi kaba12.com via ponsel usai pelantikan Senin siang, menyebutkan, terkait dengan “turunnya” posisi eselonering dua pejabat Pemkab.Agam itu, sepenuhnya merupakan kewenangan pimpinan daerah.
Yunilson tidak menanggapi saat dipertanyakan kaba12.com, apakah dua pejabat itu “ bermasalah” atau tidak maksimal dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, “ itu kewenangan pimpinan, “ ulangnya.
Terkait dengan non-jobnya Edi Arta Bastiam, Yunilson menegaskan, sesuai pernyataan bupati Agam bahwa, mutasi yang digelar Senin ini merupakan mutasi awal tahun dan masih aka nada agend amutasi yang akan dilaksanakan Pemkab.Agam, “hal itu menjadi perhatian khusus,” ulasnya.
Bahkan Yunilson menegaskan adanya pejabat yang tidak mendapatkan posisi sesuai dengan jabatan sebelumnya akan menjadi kajian khusus untuk mutasi selanjutnya, “ bupati sudah menehaskan hal itu tadi, “ ulas Yunilson.
Sementara informasi yang diperoleh kaba12.com, mutasi perdana yang digelar Pemkab.Agam, mengundang reaksi beragam dari kalangan pejabat daerah, baik pembahasan tidak melalui proses Baperjakat, penempatan sosok pejabat yang tidak pas, penyelamatan kelompok, bahkan isu persiapan untuk Pilkada 2024.
Namun hal itu dibantah Yunilson, Kepala BKP-SDM Agam yang menegaskan, bahwa penetapan para pejabat yang dilantik Bupati Agam tersebut, sudah melakukan serangkain proses dan pembahasan oleh tim perumus, “ tidak, semua sudah melalui proses, sudah melalui tim, “ tegasnya dengan dana serius.
HARMEN
