Lubukbasung,kaba12 — Tidak mendapat respon dari pemerintah, mulai dari pemerintah nagari sampai ke Bupati, warga Siguhung, Nagari Lubukbasung, terpaksa menggelar gotong royong membangun dan membenahi bendungan irigasi yang jebol dihantam banjir bandang dua bulan lalu.
Bendungan dan saluran irigasi yang rusak parah terdampak bencana itu, menjadi “urat hidup” bagi warga setempat, terutama dalam mengaliri aliran sawah mereka. Pasca bencana, saluran irigasi di kawasan itu tidak berfungsi yang otomatis berdampak terhadap kegiatan pertanian di wilayah Siguhung tersebut.
Seperti disebutkan Jon Charles Tanjung, tokoh masyarakat Siguhung yang menginisiasi kegiatan gotong royong bersama warga, khususnya pemilik sawah terdampak banjir bandang tersebut kepada kaba12, Jumat, (26/3/2026).

Dijelaskan Jon Charles Tanjung, dampak bencana yang menyebabkan ambruknya saluran irigasi persawahan di wilayah itu, sudah dilaporkan pada berbagai pihak, termasuk pada Bupati Agam, dan warga sangat berharap, hal itu bisa secepatnya direspon,karena menyangkut hajat hidup warga yang mengandalkan pertanian sawah.
Disebutkan, karena masih belum ada respon, bahkan berulangkali ditunggu warga, namun hingga kini masih belum ada upaya perbaikan yang dilakukan oleh pihak terkait di Pemkab.Agam, warga secara mandiri berupaya melakukan perbaikan alur irigasi itu, agar bisa berfungsi.

“Seadanya saja, yang penting saluran irigasi itu bisa kembali aktif dan warga bisa kembali turun ke sawah,untuk menjaga keberlangsungan musim tanam, “ungkap Jon Charler lagi.
Dampak banjir bandang yang melanda wilayah Lubukbasung dan Tanjung Raya beberapa waktu lalu,memicu kerusakan saluran irigasi putus, termasuk beberapa ruas jalan dan sarana lain.
(HARMEN)
