Lubukbasung, KABA12.com — Sebanyak 960 siswa dari 16 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Agam pada Ujian Nasional tahun 2019 ini, terpaksa masih harus melaksanakan ujian secara manual menggunakan pensil, lembar jawaban dan soal dari kertas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, Firzal mengatakan, ditengah era komputerisasi dengan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), ratusan siswa itu harus melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP), lantaran minimnya sarana komputer serta tidak terdapatnya jaringan internet ke lokasi sekolah-sekolah tersebut.
“Ada lima sekolah di Kecamatan Palembayan, tiga di Malalak, tiga di Palupuah, tiga sekolah di Ampeknagari, satu sekolah di Tanjungmutiara, dan satu sekolah di Tanjungraya. Dari 16 sekolah itu, sembilan diantaranya dikarenakan tidak ada signal jaringan internet, seperti SMPN 2-3- dan 4 di Ampeknagari, SMPN 2-3- dan 4 di Palupuah, serta SMPN 1-2- dan 3 di Malalak,” ujarnya.
Firzal menjelaskan, UN jenjang pendidikan SMP tahun ini di Kabupaten Agam diikuti sebanyak 4.909 siswa dari 61 sekolah. 960 siswa dari 16 sekolah melaksanakan UNKP dan 3.949 dari 45 SMP lainnya telah UNBK.
“Dari 45 SMP yang telah UNBK itu hanya 25 sekolah yang melaksanakan UNBK secara mandiri dan 20 sekolah lainnya menumpang ke sekolah lain seperti SMK dan SMA, bahkan ada yang bergabung dengan SMP yang telah memiliki komputer lengkap,” katanya.
Menurutnya, sekolah-sekolah yang minim sarana komputer tersebut sebenarnya dapat dicarikan solusinya, seperti memanfaatkan bantuan alumni dan bantuan komite sekolah untuk pengadaan komputer. Sementara untuk jaringan internet, pihaknya telah coba mengusulkan agar dibangun tower di sekitar lokasi agar sekolah tersebut bisa melaksanakan UNBK.
“Untuk bantuan sarana komputer tahun ini kita sudah anggarkan 300 unit komputer untuk diserahkan ke sekolah yang minim komputer. Dimana bantuan tersebut bersumber dari DAK pemerintah pusat dan APBD Kabupaten Agam 2019. Insyaallah, September diserahkan, sehingga UN tahun depan sekolah yang menumpang ujian ke sekolah lain dapat mandiri, dan yang UNKP dapat bergabung untuk bisa UNBK 100%,” harapnya.
(Jaswit)
