Lubukbasung, kaba12.com — Hingga akhir November 2020 lalu, 82 nagari di kabupaten Agam sudah merampungkan rencana kegiatan pemerintahan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2021, menyusul sudah diturunkan alokasi anggaran dana nagari dan dana desa dari APBD 2021 dan pemerintah pusat.
RKP yang sudah dirampungkan seluruh nagari pemerintahan nagari tersebut, akan menjadi proyeksi penting yang akan dilaksanakan nagari masing-masing baik dalam kegiatan pembangunan pisik, kegiatan peningkatan mutu SDM, kegiatan sosial kemasyarakatan, seni budaya, keagamaan, pendidikan dan kegiatan lain sepanjang tahun 2021 mendatang.

Untuk tahun 2021 mendatang, total alokasi anggaran yang akan dimanfaatkan seluruh nagari di kabupaten Agam baik dana alokasi dana nagari (ADN) maupun dana desa (DD) mencapai Rp.158.481.219.600.
Dari total alokasi tersebut, dirinci masing-masing berdasarkan pagu indikatif besaran rincian AND mencapai Rp.78.504.172.600 dan dana desa dari pemerintah pusat (APBN) Rp.79.977.047.000, yang per nagarinya sudah dialokasikan.
Menurut Eko Purwanto,SPd, Kasi.Perencanaan Keuangan dan Pembangunan Nagari DPMN Agam menyebutkan, sesuai ketentuan yang digaris dan tahapan yang sudah dirancang pihaknya, sejak tanggal 27 Oktober 2020, DPMN Agam sudah menyampaikan ke seluruh nagari terkait dengan alokasi anggaran yang akan dimanfaatkan sepanjang tahun 2021 mendatang.
Sasarannya, nagari bersama jajaran pemerintahan nagari termasuk bamus, harus melaksanakan musrenbang untuk membahas berbagai kegiatan dan rencana kerja yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2021 mendatang.
Kerangka itu, Eko Purwanto sudah dituntaskan seluruh nagari di kabupaten Agam, dimana 82 nagari sudah melaksanakan kegiatan musrenbang yang saat ini sedang dalam proses evaluasi oleh pihaknya, “ Alhamdulillah, sesuai jadual, seluruh tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2021 sudah dilakukan dan diharapkan, kegiatan sudah bisa dilaksanakan Januari mendatang, “ jelasnya.
Dari total alokasi anggaran dana nagari dan dana desa yang sudah disampaikan pada seluruh nagari di kabupaten Agam (lihat tabel), nagari yang tertinggi menerima alokasi anggaran adalah Nagari Lubukbasung, kecamatan Lubukbasung dengan total alokasi Rp.3.894.232.817, masing-masing AND Rp.2.536.815.817 dan alokasi untuk DD Rp.1.357.417.00.
[embeddoc url=”https://kaba12.co.id/wp-content/uploads/2020/12/0002-dikonversi.pdf”]Sementara dari 82 nagari yang ada di kabupaten Agam, nagari yang paling sedikit mendapatkan alokasi anggaran tersebut adalah nagari Pasia, kecamatan IV Angkek dengan total alokasi Rp.1.262.370.276, masing-masing untuk ADN Rp.529.255.276 dan DD Rp.733.115.000.
Terkait besaran jumlah alokasi anggaran untuk masing-masing nagari yang berbeda tersebut, Eko Purwanto menjelaskan, hal itu sudah sesuai ketentuan dengan kajian dan pertimbangan luas wilayah, jumlah penduduk dan pertimbangan lain yang dilakukan secara akurat bahkan sudah ada acuan yang menentukannya.

Eko Purwanto berharap, seluruh nagari di kabupaten Agam bisa mengoptimalkan kegiatan yang sudah dirancang sesuai hasil keputusan musrenbang yang disusun dalam RKP 2021, sehingga seluruh tahapan kegiatan bisa berjalan sesuai ketentuan yang ada.
HARMEN
