Bukittinggi, KABA12.com — Puluhan warga Bukittinggi mendatangi kantor Bawaslu di Belakang Balok, Senin (14/12).
Kedatangan itu dalam rangka melaporkan dugaan penipuan salah satu paslon dengan menggunakan kartu.
Novi, warga Aur, menjelaskan, sebelum pelaksanaan pemungutan suara, dirinya pernah diberikan kartu dan dijanjikan sejumlah uang. Setelah pelaksanaan pemungutan suara, warga yang mendapat kartu yang bertuliskan KBH itu, menuntut janjinya kepada paslon dan tim yang membagikan.
Namun, uang yang dijanjikan, tidak didapatkan, malahan umpatan yang diterima warga itu.
“Katiko wak ka manukaan kartu tu, dikecek annyo awak engak. Dak tarimo wak do. Sopir angkot na laki wak, makan juo wak nyo. Tapi dak tarimo wak digikoan do. (Ketika kami ingin menukarkan kartu, dikatakan kami bodoh. Kami tidak terima. Meskipun suami saya sopir angkot, kamu makan juga kok. Tapi kami tidak terima diperlakukan seperti ini),” ungkapnya.
Salah satu tokoh adat Bukittinggi, Suharnel DT. Basa, menyampaikan, sejumlah anak kemenakannya mengadu kepadanya, banyak menerima kartu. Dengan kartu itu, warga dijanjikan akan diberikan uang.
“Kami tidak menjustice, kami hanya mengikuti prosedur. Ini kecurangan atau tidak, keputusannya bukan pada kami, tapi Bawaslu yang akan menentukan nantinya. Masyarakat kami dijanjikan uang. Namun setelah pilkada sampai saat ini uang belum juga diterima. Ini yang kami laporkan,” ungkapnya diamini Novi dan beberapa warga yang mengalami hal serupa.
Saat warga mendatangi Bawaslu itu, para komisioner Bawaslu tidak berada di lokasi, karena sedang menghadiri sidang DKPP. Sementara, sekretariat bawaslu, memberikan formulir untuk diisi sebagai laporan resmi.
(Ophik)

Dek harok janji ka pitih lupo jo kriteria pemimpin nan kadipiliah.. untuak dunsanak kasadonyo… alah tu… jan harok bana jo janji politik.. apo lai masalah pitih klo mamiliah nyo… pitih sagetek nan kabatarimo… nan inyo bakuaso