Sumarak Muharram, Momen Evaluasi 1 Tahun Gerakan Nagari Madani

Lubukbasung, KABA12.com — Puncak perayaan tahun baru islam 1440 Hijriah di Kabupaten Agam dijadikan sebagai momentum evaluasi 1 tahun gerakan nagari madani setelah dicanangkan pemerintah derah setempat pada bulan Muharram 1439 Hijriah, tepatnya 30 September tahun 2017 lalu.

Hal itu disampaikan Bupati Agam Indra Catri dalam kegiatan festival muharram yang digelar pemkab Agam di halaman kantor bupati di Lubukbasung, Sabtu (15/09)

Indra Catri menyebutkan selama 1 tahun pelaksanaan gerakan nagari madani setelah dilaunching pemkab Agam, terdapat sejumlah peningkatan ditengah-tengah masyarakat, terutama berkaitan dengan 7 kriteria gerakan nagari madani.

Seperti kriteria optimalisasi pendidikan informal terutama Alquran, saat ini sudah banyak bermunculan para penghafal Alquran mulai dari usia dini hingga dewasa, baik itu hafalan 1 juz, hingga 30 juz.

“Kita sudah sama-sama lihat, dalam kurun waktu 2 hari kegiatan lomba tahfidzh, ada 3.000 peserta yang hafal 3 juz alquran. Ini merupakan sebuah peningkatan yang sangat luar biasa,” sampainya.

Kemudian pada kriteria peningkatan peranan masjid atau surau sebagai sentra kehidupan sosial masyarakat, juga terjadi peningkatan pada keramaian masyarakat baik ke surau ataupun masjid.

“Hal ini dapat dilihat dihampir semua surau dan masjid, masyarakat telah meramaikan dan memakmurkan masjid, baik sebagai pusat ibadah atapun pusat sosial kemasyarakartan,” sebutnya.

Lalu terkait kriteria pelaksanaan perlindungan atas kampung dan masyarakat nagari. Menurutnya, dalam hal ini masyarakat sudah membuat aturan sesuai dengan kearifan lokal dalam melindungi kampungnya, dalam bentu Peraturan Nagari (Perna).

Kemudian adanya peningkatan rasa kepedulian sosial, ukhuwah Islamiyah, kekeluargaan dan gotong royong ditengah masyarakat.

“Masyarakat baik yang ada di kampung dan perantau sudah memperlihatkan sikap gotong royong dalam hal membangun dan memajukan kampung halamannya, ini pun juga telah sama-sama kita rasakan manfaatnya,” kata Bupati.

Tidak hanya itu, Pemda Agam juga mengevaluasi sudah terdapat peningkatan peran serta lembaga dan organisasi masyarakat. Seperti halnya peran serta KAN, MUI, Bundo Kanduang, organisasi kepemudaan dan keagamaan dalam mendorong terwujudnya gerakan nagari madani melalui berbagai kegiatan yang diadakan lembaga-lembaga tersebut di nagari.

Begitupun dengan kriteria peningkatan kesolehan individu dan sosial. Bupati juga melihat adanya peningkatan seperti hanya peningkatan jumlah peserta quban setiap tahun, serta jumlah zakat yang disalurkan masyarakat melalui BAZNAS Agam.

“Jumlah peserta qurban setiap tahun meningkat, hal itu membuktikan tingkat kesolehan individu juga meingkat. Pada hari Raya Idul Adha kemaren saja ada sekitar 5.000 lebih hewan ternak yang diqurbankan. Serta kita juga melihat, peningkatan penyaluran zakat yang dihimpun BAZNAS Agam. Sesuai data terakhir BAZNAS Agam telah mampu menghimpun dana ummat RP 8,7 milyar per tahun, dimana semua zakat itu didistribusikan dalam lima program Agam cerdas,makmur,sehat, peduli dan taqwa,” jelas Bupati.

Terakhir, juga terdapat peningkatan dalam penerapan adat, seni budaya dan olahraga yang sesuai dengan filosofi ABS-SBK.

“Kriteria gerakan nagari madani yang terakhir ini akan dilakukan dalam berbagai kegiatan peningkatan eksistensi serta kapasitas Niniak Mamak, baik yang diselenggarakan pasukan, nagari, maupun lembaga KAN dan LKAAM,” sebut Bupati.

Dari hasil evaluasi gerakan nagari madani selama satu tahun itu, Bupati Agam Indra Catri berharap, agar momentum tahun baru 1440 hijriah dijadikan sebagai muhasabah, melakukan pembenahan, untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.

“Dorong terus optimalisasi pendidikan Alquran dengan meningkatkan rumah tahfiz di nagari, mari terus kita makmurkan masjid dengan aktifitas keagamaan dan sosial, mari tanamkan terus semnagt untuk melindungi kampung halaman, tanamkan terus sikap kepedulian melibatkan perantau dalam pembangunan diseluruh nagari, serta kepada lembaga masyarakat dituntut untuk membantu lahirnya generasi yang berakhlak mulia,” harap Bupati.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Agam Indra Catri juga mengapresiasi masyarakat dan pemerintah baik di tingkat jorong, nagari, kecamtan yang telah menyemarakkan kegiatan yang bernuansa islami dalam perayaan tahun baru 1440 hijriah.

“Semoga ini menjadi amal ibadah dan sebagai bukti nyata perjuangan kita untuk membela islam ditanah yang sama-sama kita cintai ini,” ujar Bupati.

(Jaswit)

0Shares