Canduang,kaba12 — Kompeks sekolah dijadikan tempat pengungsian dan posko utama penanganan dampak bencana banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi,SDN 08 Kubang Duo, Jorong Koto Panjang, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, berlakukan belajar sistim daring untuk seluruh murid.
Kompleks sekolah tersebut, sejak tanggal12 Mei lalu ditetapkan sebagai lokasi penampungan para pengungsi yang saat ini mencapai 205 orang dan posko utama sampai proses penanganan darurat dinyatakan selesai.
Seperti dijelaskan Febrinelly, SpD,SD, Kepala SDN 08 Kubang Duo, sesuai relis yang disampaikan Antono, Kabid. PIK Diskominfo Agam, sekolah tersebut digunakan untuk menampung pengungsi dan dijadikan Posko Tanggap Darurat Bencana oleh Pemkab.Agam pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Canduang Sabtu, (11/5) lalu.
Menyikapi dampak bencana yang terjadi, termasuk dijadikannya kompleks sekolah tersebut sebagai tempat menampung para pengungsi dan menjadi posko utama penanganan dampak bencana, pihak sekolah mencari solusi untuk proses pembelaran dengan sistim daring dan luring, “ proses pembelajaran itu segera diberlakukan, “ sebutnya.

Dijelaskan Febrinelly, untuk pembelajaran luring, sekolah akan menggunakan gedung MDA Koto Panjang yang berjarak 1 kilometer dari gedung SDN 08 Kubang Duo saat ini, yang sudah diinformasikan kepada seluruh orang tua siswa.
“Secara luring, kami diperintahkan untuk menggunakan gedung MDA Koto Panjang dan hal itu telah kami sampaikan kepada seluruh orang tua siswa. Jika orang tua siswa keberatan dengan pembelajaran luring, maka pembelajaran daring akan tetap dilaksanakan, “ ulasnya.
Pembelajaran daring ini dimungkinkan karena jaringan internet di daerah tersebut tidak terganggu, dan sebelumnya pembelajaran daring sudah berjalan dengan baik tanpa hambatan berarti.

Pihak sekolah berupaya untuk kembali melakukan pembelajaran tatap muka (luring) setelah masa tanggap darurat berakhir, dengan harapan proses belajar mengajar dapat berjalan normal kembali, hal itu juga ditandai dengan pemasangan baju seragam pada siswa yang keluarganya terdampak bencana Sabtu,(18/5).-HARMEN.-
