Canduang, kaba12 — Jajaran Kementrian Pertanian menyatakan keprihatinannya terhadap dampak bencana banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi yang melanda berbagai daerah di Sumatera Barat, Sabtu, (11/5) lalu.
Dampak bencana dahsyat itu, tidak hanya menyebabkan 56 korban jiwa, tapi juga merusak ribuan sarana dan rumah warga termasuk areal pertanian milik masyarakat baik di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang dan Kabupaten Padang Pariaman.
Dalam peninjauannya ke lokasi terdampak bencana banjir bandang lahar hujan di Kabupaten Agam, Sabtu, (18/5) Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman,menyatakan keprihatinannnya atas dampak bencana yang bahkan merusak setidaknya 303,85 hektar areal pertanian di Kabupaten Agam, dan infrastruktur pendukung yang selama ini menjadi andalan masyarakat Sumatera Barat dalam pertanian dan perkebunan.

H.Andi Amran Sulaiman yang mendatangi lokasi terdampak bencana khususnya kawasan pertanian di Kecamatan Canduang disambut Bupati Agam Dr.Andriwarman, Arief Restu, Kadinas Pertanian Agam, Dandim 0304/Agam, Sekab.Agam Edi Busti, Kepala BPBD Agam Budi Perwira Negara, Kepala Badan Kesbangpol Agam Bambang Warsito dan para pejabat daerah tersebut, menyebutkan pemerintah pusat akan memberi dukungan optimal dalam proses pemulihan dampak bencana khususnya sektor pertanian.
Seperti dijelaskan Arief Restu, Kadinas Pertanian Agam, dalam dialog yang dilakukan bersama warga dan Satgas Penanganan Darurat Dampak Bencana Banjir Bandang Lahar Hujan Gunung Marapi, Sabtu, (18/5), Mentan menegaskan, Kementerian Pertanian akan memberi dukungan optimal dalam penanganan dampak, khususnya dalam program rehabilitasi sawah melalui optimalisasi lahan untik semua lahan sawah yang rusak di tiga daerah terdampak bencana di Sumbar.

Ditambahkan Arief Restu, Mentan RI menyebut mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk program rehabilitasi areal persawahan di 3 daerah terdampak terdampak, termasuk Kabupaten Agam, “ Alhamdulillah, pak Mentan memberi dukungan penanganan dampak bencana di sektor pertanian di kabupaten Agam. Kita berharap, proses pemulihan sektor pertanian di 10 wilayah terdampak di kabupaten Agam bisa dilaksanakan, “ sebutnya.
Seperti diberitakan kaba12 sebelumnya, khusus di sektor pertanian di Kabupaten Agam,10 kecamatan terdampak bencana Sabtu,(11/5) merusak setidaknya 303,85 hektar lahan pertanian dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp.17,5 miliar, masing-masing di Kecamatan Canduang 28,5 hektar, Kecamatan Ampek Angkek 97 hektar,Kecamatan Sungaipua 26 hekta, Kecamatan Baso 23 hektar, kecamatan Banuhampu 15,75 hektar,Kecamatan IV Koto 5,35 hektar, Kecamatan Kamang Magek 75 hektar, Kecamatan Tilatang Kamang 1,75 hektar, kecamatan Palupuah 31 hektar dan kecamatan Malalak 0,5 hektar.

Kemudian, ulas Arief Restu areal holtikultura yang terdampak mencapai 19,8 hektar dengan rincian di Sungaipua 14 hektar, kecamatan Banuhampu 4,75 hektar, kecamatan IV Koto 0,85 hektar, dan kecamatan Malalak 0.20 hektar, dengan saluran irigasi tersier yang terdampak mencapai 54 unit.
Ditambahkan Arief Restu, ternak warga yang terdampak banjir bandang mencaoai 141 ekor, masing-masing 7 ekor sapi dan kerbau di Kecamatan Ampek Angkek, ternak kambing 8 ekor di kecamatan Ampek, 6 ekor di Sungaipua, dan 120 ekor ayam di kecamatan IV Koto.

“ Total kerugian di sektor pertanian dampak bencana banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi yang terjadi Sabtu, (11/5) lalu itu mencapai Rp.17.542.120.000,”sebut Arief Restu.
(HARMEN)
