Bukittinggi, KABA12.com — Inovasi baru terus dilakukan SDN 07 Gulai Bancah, kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Baru-baru ini salah satu SD yang akan dibangun baru tahun 2019 itu, membuat teras literasi di sepanjang teras sekolah.
Dimana, sepanjang dinding sekolah, dipajang buku yang dapat dibaca warga sekolah, baik itu murid, guru dan juga orang tua murid. Hal ini tentunya dapat menambah minat pelajar dalam membaca. Teras literasi ini dimulai secara resmi sejak Kamis (12/04).
Kepala SD 07 Gulai Bancah, Kristina Soembarwaty, S.Pd menjelaskan, ide teras literasi ini timbul karena semakin menurunnya minat baca murid, di tengah perkembangan teknologi saat ini. Sehingga buku semakon ditinggalkan dan pelajar pun semaki mengarah kepada gadget, media sosial yang tidak semuanya memiliki dampak positif.
“Kami ingin, minat baca para pelajar kembali meningkat. Karena buku msrupakan gudang ilmu. Bukan mengkerdilkan perkembangan teknologi, namun budaya membaca buku harus tetap dipertahankan,” ungkapnya kepada KABA12.com, di ruang kerjanya.
Lebih lanjut, Kristina yang juga hobi membaca, menulis dan baca puisi ini mengungkapkan, buku yang dipajang di sepanjang dinding sekolah, dibeli dari hasil perlombaan perpustakaan tingkat Bukittinggi tahun 2017 lalu. Dimana, SDN 07 Gulai Bancah, berhasil meraih juara harapan I.
“Dari hasil ini, kita beli buku bekas dan kita tempel di dinding sekolah. Alhamdulillah, ini mulai berdampak pada pelajar. Mereka mulai membaca, karena buku yang kita sediakan, sifatnya tidak formal dan lebih kepada bacaan ringan,” ujarnya.
Sementara itu, Tasmon, Ketua Komite SDN 07 Bukittinggi, mengapresiasi gebrakan yang dilakukan Kepala SDN 07 ini. Dimana, inovasi ini tentu dapat meningkatkan minat baca pelajar. Sekarang sudah ada 80 buku dan kedepan tentu jumlahnya akan terus ditambah.
“Kita lihat seluruh dinding sekolah dengan teras literasi. Ini membuktikan upaya kepala skolah dan guru, untuk memancing minat baca bagi pelajar. Biasanya kita melihat ada pojok literasi, namun di sekolah ini, kita bisa membaca dimana saja, karena adanya teras literasi ini. Ini luar biasa sekali dan patut diapresiasi,” ungkap Tasmon didampingi Komite lainnya, Jekli.
Lebih lanjut, ia mengaki telah mensosialisasikan kepada seluruh orang tua murid, untuk membantu pengadaan buku bekas. Sehingga nantinya lebih banyak buku yang bisa dibaca oleh pelajar di lingkungan sekolah.
Terkait akan dibangunnya kembali SDN 07 ini oleh pemerintah kota tahun 2019 mendatang, pihak sekolah dan komite, sangat mendukung rencana ini. Karena dengan pembangunan baru nanti, tentu akan meningkatkan fasilitas, sarana dan prasarana sekolah. Kedua belah pihak pun sepakat setelah sekolah dibangun baru nanti, program teras literasi akan tetap dijalankan bahkan akan ditingkatkan.
(Ophik)
