Galetek

Sajuta Janjang Jangan Membuat Bimbang

HARMEN

Catatan : Harmen

Sejak bisa dinikmati masyarakat di penghujung tahun 2019, destinasi wisata baru kabupaten Agam di jorong Tabek Sariak, Nagari Pakan Sinanyan, kecamatan Banuhampu, sudah viral, bahkan menjadi brand baru wisata daerah ini.

Sajuta Janjang dengan konsep sport tourism menjadi sangat luar biasa, bahkan di pulau Sumatera, Sajuta Janjang hanya satu-satunya ada di kabupaten Agam. Jenjang yang menjulang di pinggang gunung Singgalang, pemagar ranah Minang yang bersanding dengan gunung Marapi.

Tak salah memang, ide Bupati Agam Dr.Indra Catri yang mendorong sejak beberapa tahun terakhir, kawasan wisata itu “jadi”, karena dinilai sesuai dengan konsep dan selera kekinian peminat dan wisatawan, dengan wisata petualangan (adventure), apalagi wisata asing sebagai penikmat view indah yang tak pernah ada di negara mereka.

Dalam konsepnya, objek wisata Sajuta Janjang akan menjadi marwah bahkan masa depan dunia pariwisata kabupaten Agam dengan ragam strategi dan pola yang diinginkan bupati Agam Indra Catri untuk menjawab tuntutan kemajuan potensi wisata daerah ini yang” katanya “ luar biasa dan sangat beragam, sesuai #Agam pesona nan beragam, dan masih ada sarana pelengkap yang akan dituntaskan oleh Pemkab.Agam.

Namun, ada kegamangan banyak pihak, ditengah bersemangatnya kepala daerah di Agam ini, menyulap belantara menjadi objek kunjungan, yang secara otomatis akan menjadi sentral ekonomi, dan pusat perhatian yang pastinya akan diimbangi dengan segala konsekuensi persoalan, masalah dan tantangan. Kenapa justru gamang?, tentu itu pertanyaan yang muncul.

Kegamangan justru mencuat, disaat Bupati Indra Catri gencar melakukan serangkaian terobosan, termasuk mendorong potensi Sajuta Janjang harus menjadi kekuatan ekonomi baru yang bisa dimanfaatkan dan dinikmati masyarakat, disaat bersamaan, muncul tanya dari masyarakat, untuk apa, dibawa kemana, untuk siapa dan siapa pengelola kawasan wisata Sajuta Janjang.

Pasalnya, hingga kini (entah besok), masih tak jelas posisi asset yang ada di objek wisata itu, baik pengelola, sistim yang diterapkan, aturan main yang ditetapkan, peran pemerintah nagari, kecamatan dan Disparpora Agam semuanya masih tak jelas.

Padahal, harus diakui, dampak bombardir promosi yang dilakukan Disparpora Agam sangat luar biasa. Hampir setiap hari, apalagi saat hari libur termasuk weekend, kunjungan masyarakat ke kawasan itu semakin tinggi.

Sementara hingga kini, masih tiada kejelasan, siapa atau lembaga apa menjadi pengelola objek wisata itu, karena seluruhnya akan sangat berdampak bagi pelayanan, perputaran roda ekonomi dan hal lainnya seiring kemajuan dunia pariwisata itu sendiri, mulai dari masalah parkir, kebersihan, keamanan, jaminan keamanan untuk pengunjung, termasuk asuransi jika terjadi sesuatu pada pengunjung serta ragam potensi masalah lain yang mestinya sudah bisa diperdebatkan agar sosok Sajuta Janjang tidak hanya hangat sesaat, kemudian padam oleh macam persoalan yang muncul.

Setidaknya untuk menjawab kegamangan yang mengapung, sudah mulai ada langkah, untuk “menyelamatkan” warga di jorong Tabek Sariak, Nagari Pakan Sinanyan, kecamatan Banuhampu itu, dari rasa bimbang bahkan kekuatiran jika suatu saat hanya akan menjadi “penonton” ditengah “catuak cataknya” perputaran ekonomi di kawasan wisata Sajuta Janjang di daerah mereka sendiri.

Peluang ini sangat manis untuk dinikmati oleh pedagang dan pengusaha, penjual souvenir atau perangkat wisata lain, sementara warga setempat, hanya bisa melongo dalam bimbang karena hanya mendapat kesempatan berdagang “karupuak kuah dan kopi satangah” .

Mestinya sudah ada pengelola yang mengatur.Sehingga kebanggaan yang kini menjalar di sanubari Rang Agam, bisa terpelihara hingga ke anak cucu kelak dan para pelaku sejarah yang membangun Sajuta Janjang itu, termasuk Bupati Indra Catri menikmati pahala dari segala peduli yang diberikan untuk masyarakat. Jangan sisakan secuilpun kebimbangan di Sajuta Janjang. Setidaknya mengantisipasi ironi yang bisa saja muncul, jika tidak dikaji sejak saat ini. Semoga. (*)

To Top