Lubukbasung Dibungkus Kabut Asap, Aktivitas Warga Terganggu

Lubukbasung,kaba12 — Wilayah Lubukbasung semakin “dibungkus”kabut asap dalam beberapa hari terakhir, menyusul peningkatan asap kiriman dampak kebakaran lahan hutan di beberapa provinsi tetangga.

Ketebalan kabut asap yang ditengarai memasuki level tidak sehat tersebut, berdampak terhadap berbagai aktivitas warga, termasuk kegiatan pendidikan yang kembali diberlakukan sistim pembelajaran jarak jauh (daring) dari seluruh tingkatan pendidikan.

Pantauan kaba12, ketebalan kabut asap yang menutupi permukaan udara di wilayah Lubukbasung, sudah semakin menguatirkan, termasuk di mayoritas wilayah kecamatan di Kabupaten Agam. Yang cukup parah, terjadi Selasa dan Rabu, (13-14/10/2026), setelah dua hari sebelumnya turun hujan.

Warga sendiri, terlihat sudah berinisiatif untuk memakai masker, termasuk anak-anak yang beraktivitas di luar rumah, untuk mengantisipasi dampak paparan kabut asap yang semakin tebal menutupi permukaan udara di pusat pemerintahan kabupaten Agam itu.

Seperti disebutkan, Welli, warga kompleks perumahan Talago, Lubukbasung yang mengaku sangat bersyukur kegiatan pendidikan anak-anaknya kembali diberlakukan dengan sistim pembelajaran jarak jauh, sehingga anak-anak bisa tetap di rumah.

“Kalaupun keluar rumah bermain, harus pakai masker. Kita makin kuatir dengan kondisi udara yang terpapar kabut asap ini, “ungkapnya.

Hal serupa disebutkan Syamsuardi, warga Pasar Lamo, Lubukbasung, yang mengaku makin kuatir dengan dampak kabut asap saat ini, tidak hanya menyebabkan batuk, tapi juga menyebabkan mata pedih, “mudah-mudahan kondisi ini bisa cepat mereda, sehingga sehingga permukaan udara kembali cerah, “sebutnya.

Sementara, dalam dua hari terakir, tingkat ketebalan kabut asap yang semakin tinggi, juga menyebabkan matahari tidak muncul, bahkan terlihat memerah jika siang hari.

(HARMEN)

3Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   1   =