Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Potensi Kematian Tinggi

Lubukbasung, kaba12.com — Dampak lonjakan kasus positif covid-19 di Sumatera Barat beberapa waktu belakangan membuat beberapa rumah sakit rujukan dinyatakan penuh dan tidak dapat menampung pasien baru dari daerah.

Kondisi ini, dikuatirkan akan memicu dampak bagi warga yang terpapar covid-19 dengan kondisi penyakit bawaan, tidak bisa mendapatkan perawatan yang memadai sesuai standar yang ditetakan bahkan berpotensi menyebabkan kematian.

Kekuatiran ini disampaikan dr.Elvera Susanti, kepala ruang isolasi covid-19 RSUD Lubukbasung yang mengaku kembali kewalahan menyusul semakin tingginya angka penambahan kasus positif covid-19 di kabupaten Agam, apalagi masuknya warga yang terpapar virus corona dengan penyakit bawaan tersebut ke kompleks isolasi covid-19 RSUD Lubukbasung.

Disebutkan, beberapa waktu belakangan, cukup banyak pasien covid-19 yang harus dirujuk ke rumah sakit rujukan covid-19, namun data Jumat,(21/5), seluruh rumah sakit rujukan di Sumbar sudah dinyatakan penuh, dan tidak bisa menampung pasien baru.

Menyikapi kondisi itu, jelas Elvera Susanti, pihaknya sudah berkoordinasi dengan direktur RSUD Lubukbasung untuk mengambil langkah-langkah penanganan, terutama dalam penyediaan stok peralatan dan obat-obatan pendukung.

Diakuinya, kompleks isolasi covid-19 RSUD Lubukbasung tidak bisa menangani kondisi pasien berar, karena terbatasnya peralatan, namun pihaknya sudah mengusulkan pada direktur RSUD Lubukbasung untuk segera melengkapi ruang isilasi dengan monitor, HFNC, NiV dan ventilator, untuk membantu penanganan sementara, sampai upaya mendapatkan ruang perawatan di rumah sakit rujukan bisa diperoleh.

“ Kedepan, kita masih tidak tahu, bagaimana langkah yang harus dilakukan, karena angka kasus positif covid-19 terus bertambah, dan angka kematian juga meningkat. Kita berharap, kelengkapan perawatan itu bisa segera terpenuhi, untuk penanganan pasien yang masuk ke ruang isolasi, karena hingga Jumat ini, sudah lebih separuh ruangan isilasi terisi pasien, “ sebut Elvera Susanti.

HARMEN

0Shares