Bukittinggi, KABA12.com — Anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat, DR. H. Andri Warman, MM, gelar reses perseorangan yang pertama selaku anggota dewan.
Reses dalam masa sidang ketiga tahun anggaran 2019 ini, dilaksanakan di Gedung Serba Guna SMKN 1 Ampek Angkek, Kamis (07/11).
Ketua Bamus Batu Taba, Gusti Kamal,S.Pd, M.Pd yang juga Kepala SMKN 1 Ampel Angkek, mengparesiasi dipilihnya Batu Taba, sebagai lokasi reses anggota DPRD Sumbar atas nama Andri Warman. Karena banyak daerah yang menginginkan menjadi lokasi reses, agar aspirasi masyarakat setempat dapat tersampaikan dan diperjuangkan.
“Alhamdulillah, salah satu putra terbaik Agam, khususnya Ampek Angkek sekarang duduk sebagai anggota DPRD Sumbar. Saat ini, untuk reses pertamanya, dipilih pula Ampek Angkek sebagai lokasi upaya menjemput aspirasinya. Semoga dengan amanah yang diberikan, diharapkan Andri Warman dapat meyalurkan aspirasi masyarakat di Bukittinggi -Agam, dalam pembahasan di tingkat provinsi,” ungkapnya.
Tokoh masyarakat, H. Janahar, mengungkapkan kebanggaannya karena ada perwakilan dari Ampek Angkek yang berhasil duduk sebagai wakil rakyat di provinsi. Dengan hal itu, tentu akan semakin besar peluang Ampek Angkek, menerima bantuan melalui program kerja atau dari pokok pikirannya.
“Kami berharap, peran Andri Warman untuk menggaet pembangunan fisik dan non fisik di daerah Ampek Angkek, terutama di bidang pendidikan. Karena ada beberapa sekolah yang masih kekurangan sarana prasarana untuk mengikuti UNBK. Selain itu, juga diharapkan ada perhatian di bidang ekonomi, irigasi pertanian dan juga beberapa bidang lainnya,” ujarnya.
Andri Warman, selaku anggota Komisi IV DPRD Sumbar, menyampaikan, reses menjadi salah satu kewajiban dari anggota DPRD, untuk menjemput aspirasi ke daerah pemilihannya.
Dalam resesnya, AWR, sapaan akrab Andri Warman, menjelaskan bahwa DPRD Sumbar akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan. Selain itu, bidang pendidikan dan ekonomi kerakyatan, tentunya tidak kalah penting.
“Melalui reses ini, tentu permasalahan di tengah masyarakat dapat diungkapkan agar dapat diperjuangkan di tingkat provinsi. Salah satu yang akan diperjuangkan nantinya, terkait honor guru TPA dan MDA di kabupaten Agam khususnya. Karena kami mendapat laporan bahwa honor yang didapat oleh guru mengaji ini, sangat jauh dari kata cukup. Ini kita akan perjuangkan agar dapat ditingkatkan,” ungkap Andri Warman.
Dalam kesempatan itu, Andri Warman, juga memberikan bantuan pribadinya berupa satu unit sepeda motor, kepada salah seorang warga disabilitas di daerah Ampek Angkek.

Setelah di Ampek Angkek, Andri Warman dalam reses perseorangan pertamanya, juga menjemput aspirasi masyarakat Canduang dan Tilatang Kamang.
(Ophik)
