Lubukbasung, Kaba12.com — Seluas 40 hektare persawahan warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terancam kekeringan.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Wahyu Bestari pada kaba12.com, Jumat,(22/2) akibat dua unit jaringan irigasi di Jorong Labuang, Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, tertimbun longsoran tanah karena curah hujan tinggi melanda daerah itu.
Longsoran tanah berasal dari kali Cendek dengan panjang 35 meter dan tinggi 50 meter, kali Pauh dengan panjang 50 meter dan tinggi 40 meter.
Untuk mengatasi ancaman kekeringan itu, BPBD Agam melakukan gotong royong dengan pemerintah nagari, pemerintah kecamatan dan masyarakat untuk membuat irigasi baru.
Namun dengan kondisi tanah di sekitar masih labil, maka irigasi yang dibuat kembali terban.
Oleh sebab itu,Dinas Pekerja Umum dan Tata Ruang Agam mengusulkan penanganan darurat dengan cara memasang pipa sepanjang irigasi yang terban.
Pemasangan irigasi itu bakal dilakukan dalam waktu dekat, sehingga air akan lancar ke lahan sawah milik petani.
“Mudah-mudahan pemasangan pipa itu akan selesai minggu depan, agar petani tidak kesulitan mendapatkan air untuk sawah mereka,” tambahnya.
(Jaswit)
