Kaba Terkini

PSU Dilaksanakan, Penjagaan Diperketat

Bukittinggi, KABA12.com — Sesuai rencana, Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2020 di TPS 12 Kelurahan Birugo, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Bukittinggi, dilaksanakan. Masih seperti pemungutan suara resmi, penyelenggara tetap terapkan protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19.

Pelaksanaan PSU ini sendiri masih menggunakan lokasi yang sama, di sekolah Autis di Kelurahan Birugo Kota Bukittinggi. Untuk penyelenggara sendiri juga tetap menggunakan tenaga awal yang resmi.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, beberapa orang anggota kepolisian dari Polres dan Polsek Bukittinggi sudah berada di tempat itu. kegiatan itu juga dipantau langsung oleh KPU dan Bawaslu Kota Bukittinggi.

Proses pemungutan suara dimulai pukul 07.00 – 13.00 WIB. Setelah itu, dilanjutkan dengan penghitungan suara disaksikan oleh saksi dan pihak terkait.

Komisioner KPU Bukittinggi Divisi Teknis, Yasrul, menjelaskan, pelaksanaan PSU ini dilakukan karena ada temuan dari Panwascam ABTB, tentang adanya tiga orang pindah memilih menggunakan formulir A5 dari Kabupaten Agam yang diberikan dua kertas suara, yaitu Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat serta kertas untuk Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi. Seharusnya hanya satu kertas suara, yaitu untuk Gubernur dan Wakil Gubernur.

Jadi untuk PSU ini disediakan kartu surat suara seperti pada pemilihan pertama, sebanyak 265 dan untuk kali ini hanya dilakukan pemilihan ulang untuk Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi. Sementara untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur masih berlaku pemilihan pertama. Untuk pemiliih yang tiga orang tersebut, tidak diberikan lagi kartu PSU.

“Untuk surat suara berbeda dengan pemilihan pertama, sebab pada pemungutan ulang ini menggunakan stempel pemungutan suara ulang dan itu jumlah sebanyak 2000 lembar, jadi tidak ada masalah mengenai logistik, termasuk alat pelindung diri petugas sesuai protokol kesehatan,” terang Yasrul.

Terkait partisipasi pemilihan sekarang, Yasrul mengatakan, dari jumlah data yang sudah masuk ke KPU, jumlah partisipasi pemilih mencapai 72 persen. Sedangkan target dari KPU Bukittinggi mencapai 80 persen.

“Dari partisipasi pemilih, memang tidak mencapai target nasional yaitu sebanyak 79 persen. Tapi, bagi kita ada peningkatan dibanding ketika pemilihan presiden tahun lalu yang hanya mencapai 60 persen pemilih. Mudah-mudahan, pada PSU ini partisipasi pemilih cukup tinggi,” jelasnya.

(Ophik)

0Shares
To Top