Tingkatkan Skill Pelaku UMKM, Kemenekraf Gelar Pelatihan Periklanan di Agam

Maninjau, KABA12 — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggelar pelatihan Ad Camp Skill Up Lab bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif di Kabupaten Agam selama dua hari, Kamis – Jumat (27-28/8).

Kegiatan yang mengusung tema “Ekraf Peduli, Pulih Bersama, Bangkit Berdaya” digelar di Hotel Maninjau Indah, Kecamatan Tanjung Raya dan diikuti 50 peserta Pelaku ekonomi kreatif.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Agam diwakili Asisten III Setdakab Agam, Syatria, Direktur Periklanan Kemenekraf Andy Ruswar, serta pelaku ekonomi kreatif dan UMKM di Kabupaten Agam.

Direktur Periklanan Kemenekraf Andy Ruswar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Ekraf Peduli yang ditujukan untuk membantu pelaku ekonomi kreatif di daerah terdampak bencana agar dapat kembali bangkit dan berkembang.

“Ini merupakan bagian dari Ekraf Peduli dengan tema pulih bersama, bangkit berdaya. Pesertanya merupakan pelaku ekraf di wilayah terdampak bencana,” ujarnya, Kamis.

Ia menjelaskan, pelatihan Ad Cam Skill Up Lab tersebut merupakan kegiatan ketiga yang dilaksanakan Kemenekraf. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Solok.

Menurut Andy, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi kreatif di daerah.

“Kita bangun ekosistem ekraf di daerah, seperti yang sudah kita lakukan di Padang Pariaman. Saya berharap pelatihan ini sungguh-sungguh diikuti peserta dan bisa menjadi kontributor,” katanya.

Ia mengatakan, selama dua hari, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan periklanan, pemasaran, dan pengembangan kapasitas pelaku usaha.

“Materi yang diberikan antara lain strategi komunikasi, personal branding, storytelling, pemanfaatan platform digital termasuk kecerdasan buatan (AI), Hak Kekayaan Intelektual (HKI), penggunaan Canva, teknik editing, hingga placement ads di media sosial,” sebutnya.

Rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup dengan challenge dan presentasi karya peserta. Karya terbaik akan dipilih untuk menjadi kontributor dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif.

“Kita hidupkan dan bangkitkan ekraf pascabencana. Kalau ada peserta yang berhasil, akan saya tindak lanjuti untuk pengembangannya,” katanya.

Pria berdarah asli Pariaman ini juga memberikan tantangan kepada peserta dari tiga daerah yang telah menjadi lokasi pelaksanaan program untuk menghasilkan karya kreatif terbaik.

“Kreativitas dan hasil karya peserta akan menjadi salah satu tolok ukur dalam melihat potensi pelaku ekraf di masing-masing daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten III Setda Agam Syatria menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan yang digelar Kemenekraf di Kabupaten Agam.

Ia berharap kegiatan tersebut menghasilkan dampak nyata, terutama dalam meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dan ekraf dalam bidang periklanan serta promosi produk lokal.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh komponen dan Kemenekraf. Pemilihan lokasi kegiatan juga sangat kami apresiasi karena dilaksanakan di wilayah yang terdampak bencana,” ujarnya.

Syatria mengatakan, saat ini pemerintah daerah secara bertahap terus melakukan pembenahan infrastruktur di Kabupaten Agam pascabencana. Menurutnya, pemulihan tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia.

“Jadi apa yang dipilih kementerian ini merupakan langkah tepat, karena kita perlu kembali menceritakan bahwa kita di Agam sudah pulih pascabencana,” katanya.

Ia menambahkan, Kabupaten Agam memiliki potensi besar di bidang ekonomi kreatif. Salah satunya dengan keberadaan creative hub yang telah dibangun di Lawang, Kecamatan Matur.

Pemkab Agam berharap berbagai produk unggulan ekonomi kreatif daerah nantinya dapat dipromosikan dan dipajang di creative hub tersebut sehingga semakin dikenal masyarakat luas.

Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Agam memiliki beragam potensi ekonomi kreatif, khususnya sektor kuliner, seperti olahan rinuak, itiak lado hijau, dan nasi kapau. Selain itu, potensi ekraf juga terdapat pada sektor fesyen serta berbagai produk kreatif lainnya.

“Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Agam diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan memasarkan produk secara kreatif melalui strategi periklanan, media sosial, dan berbagai platform digital,” jelasnya.-
(Bryan)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   1   =