Lubukbasung,kaba12 — Upaya pemerintah untuk mendorong seluruh warga terdampak bencana hidrometeorologi 2025 di Kabupaten Agam, menjadi salah satu program prioritas yang digarap semua lini pemerintahan.
Tidak hanya dalam konteks pembenahan sarana prasarana terdampak bencana, sarana pendidikan, sarana jalan dan jembatan, tapi juga areal pertanian dan perkebunan, yang menjadi sentra hajat hidup, bahkan menjadi kekuatan ekonomi yang selama ini diandalkan oleh seluruh masyarakat di kawasan terdampak bencana di Kabupaten Agam.
Seperti halnya di wilayah Kecamatan Palembayan,Kecamatan Tanjung Raya, Kecamatan Malalak, Kecamatan Matur, Kecamatan Palupuah,hanya infrastruktur hancur dihantam banjir bandang dan tanah longsor, tapi juga lebih dari 2.500 hektar lahan produktif yang selama ini diandalkan sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.

Dan upaya mendorong kembali “hidupnya”aktivitas ekonomi yang porak-poranda dihantam bencana, Pemkab.Agam, secara optimal menggalang dukungan dari pemerintah pusat untuk membantu menghidupkan kembali areal persawahan dan perkebunan yang tertimbun lumpur dan batu-batu besar akibat longsor.
Hal itu dibuktikan dengan program perbaikan areal pertanian sawah, perkebunan dan sarana pendukung lain, yang kini sudah terbenahi kembali di berbagai lokasi, seperti halnya di Tanjung Raya, di Matur, Palembayan dan beberapa kecamatan terdampak cukup parah lainnya.

“Alhamdulillah, pergerakan pembenahan areal persawahan dan perkebunan yang terdampak sudah maksimal dilakukan. Saat ini, masyarakat sudah kembali bisa menanam pagi di sawah, bahkan areal perkebunan sudah kembali ditanami, “sebut Bupati Agam H.Beni Warlis.
Yang luar biasa, kolaborasi dan dukungan banyak pihak untuk mendorong kembali aktifnya warga terdampak bencana di berbagai wilayah untuk kembali menggarap areal pertanian mereka, tidak hanya dilakukan oleh pemerintah melalui Dinas Pertanian, tapi juga berbagai OPD pendukung, termasuk jajaran TNI, Polri, TP.PKK termasuk Kementerian Hukum dan HAM melalui lembaga pemasyarakatan.(HARMEN)
Motivasi Berbagai Elemen, PKK-DWP Agam Pro Aktif Dorong Program Ketahanan Pangan
Lubukbasung,kaba12 — TP.PKK-DWP Kabupaten Agam jadi motivator bagi berbagai komponen yang ada di Kabupaten Agam untuk memperlihatkan peran optimal dan eksistensinya dalam upaya mendorong kembali bangkitnya aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan terdampak bencana di Kabupaten Agam.

Tidak hanya sebagai pengelola rumah tangga, perempuan juga menjadi garda terdepan dalam memastikan ketersediaan pangan yang sehat, bergizi dan berkelanjutan bagi keluarga.
Hal ini disampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Agam, Ny Yenni Lutfi saat memberikan sambutan pada pertemuan bulanan DWP Kabupaten Agam.
Menurut Ny Yenni Lutfi, ketahanan pangan sering kali dipahami hanya sebagai urusan pemerintah atau sebatas ketersediaan bahan pokok di pasar. Padahal, fondasi utama ketahanan pangan justru dimulai dari lingkungan keluarga.
“Benteng pertahanan pangan yang paling kuat sesungguhnya berada di rumah. Di sanalah peran perempuan, khususnya para ibu, termasuk bagi warga terdampak bencana yang membutuhkan dukungan optimal untuk mewujudkan ketahanan pangan, ” ujarnya.
Di tengah dinamika ekonomi dan fluktuasi harga pangan, ia mengajak seluruh anggota DWP untuk lebih kreatif dan bijaksana dalam mengelola kebutuhan keluarga.

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai tanaman pangan seperti sayuran, cabai maupun tanaman obat keluarga.
“Langkah kecil seperti menanam di pekarangan dapat memberikan manfaat besar bagi ketahanan pangan keluarga sekaligus membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga,” tambahnya.
Ketua DWP Agam juga mengingatkan pentingnya peran organisasi dalam mendukung program-program pemerintah daerah melalui berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi dan sosial budaya.
Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk terus memperkuat kebersamaan, meningkatkan kapasitas diri, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (HARMEN)
TP.PKK Agam Dorong Pengelolaan Lahan Tidur Untuk Ketahanan Pangan
Lubukbasung,kaba12 — TP.PKK Agam bersama Yonif.TP 897/Singgalang, dorong pengembangan dan pengelolaan lahan tidur untuk program ketahanan pangan di kawasan terdampak bencana. Hal itu, tidak hanya sebagai wujud program Agam Bangkit dari dampak bencana, tapi mendorong pengembangan potensi pertanian yang sangat luar biasa di Kabupaten Agam.
Seperti halnya yang dilakukan Ketua TP PKK Agam, Ny Merry Benni Warlis, bersama Yonif TP.897/Singgalang bekerjasama dengan Rutan Kelas IIB Maninjau dan pemerintah Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya.

Saat meninjau lahan tidur yang dikelola Rutan Kelas IIB Maninjau, bersama Wadan Yonif TP 897 Singgalang, Kapten Infanteri Yose Idoletelay, serta Kepala Rutan Kelas IIB Maninjau, Joko Prayitno, SH, terlihat perkembangan pemanfaatan lahan tidur yang kini telah diolah menjadi lahan produktif sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan daerah.
Ny Merry Benni Warlis mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara TP PKK Kabupaten Agam, Rutan Kelas IIB Maninjau, TNI dan Pemerintah Nagari dalam mengoptimalkan lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.
Menurutnya, program tersebut merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lahan yang ada, termasuk sebagai penyangga kegiatan ekonomi pertanian kawasan terdampak bencana di Tanjung Raya.
“Pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif merupakan salah satu upaya yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan. Sinergi berbagai pihak seperti ini perlu terus didorong dan dikembangkan,” ujarnya.
Selain di Nagari Koto Malintang, program serupa juga dilakukan di berbagai nagari lain, khususnya di kawasan terdampak bencana, dimana saat ini TP.PKK Agam bersama semua elemen yang ada, berupaya maksimal mendorong pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan, terutama di wilayah terdampak bencana, dengan target multi sasaran, tidak hanya pemanfaatan lahan, tapi juga menggairahkan kembali kegiatan ekonomi masyarakat.-(HARMEN)
Kompi Pertanian Yonif TP 897 Singgalang, Dorong Optimalisasi Pengelolaan Lahan
Lubukbasung,kaba12 — Tindaklanjut kolaborasi program ketahanan pangan yang diinisiasi TP.PKK Agam, mendapat respon luar biasa dari banyak kalangan, termasuk Yonif.TP 897/Singgalang yang membangun kompi khusus pertanian di Padang Mardani, Nagari Manggopoh, kecamatan Lubukbasung.
Kolaborasi TP.PKK Agam, Yonif.TP 897/Singgalang bersama Rutan kelas IIB Maninjau, sudah memperlihatkan hasil mengesankan, dengan panen raya jagung yang dikelola para prajurit TNI.

Ketua TP.PKK Agam Ny.Merry mengapresiasi langkah yang dilakukan Batalyon TP 897 Singgalang dalam mengelola lahan pertanian secara produktif.
Menurutnya, keterlibatan prajurit dalam kegiatan pertanian merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan. “Pemanfaatan lahan yang baik tentu akan memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi satuan, tetapi juga dapat menjadi contoh dalam pengembangan pertanian produktif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sinergi Kuat,Wujud Ketahanan Pangan Agam
Lubukbasung,kaba12 — Sinergi dan kolaborasi kuat menjadi wujud utama dalam merealisasikan program ketahanan pangan di kabupaten Agam, terutama di kawasan terdampak bencana, yang saat ini harus terus didorong bangkit dari berbagai lini sesuai potensi yang dimiliki.
Tidak hanya di kawasan terdampak bencana dengan potensi pertanian yang besar, tapi juga di kawasan dengan potensi perikanan yang tinggi. Sinergi dan program kolaboratif, terus digalang, sehingga sasaran Pemkab.Agam untuk mendorong warga terdampak bencana untuk bangkit betul-betul terbukti, tidak hanya dari sisi sarana-prasana, tapi juga kegiatan ekonomi.
Seperti yang dilakukan Ketua Forikan Agam, Ny Merry Benni Warlis, bersama Wakil Komandan Yonif TP 897 Singgalang, Kapten Inf. Yose Idoletelay yang focus membahas berbagai upaya mendukung ketahanan pangan daerah.
Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mendukung program ketahanan pangan, khususnya melalui pengembangan sektor pertanian, perikanan dan pemanfaatan sumber daya lokal yang ada di Kabupaten Agam.
Ny Merry Benni Warlis mengatakan, ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis yang harus mendapat dukungan dari berbagai pihak agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat. Dengan kerja sama yang baik, berbagai potensi yang dimiliki daerah dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Kapten Inf. Yose Idoletelay menyatakan komitmen Yonif TP 897 Singgalang untuk mendukung program- program yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat, “kita akan lahirkan
berbagai langkah konkret dan kerjasama yang mampu memperkuat ketersediaan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Agam, terutama di kawasan terdampak bencana.(HARMEN)
