Maninjau,kaba12.com —- Menyikapi kondisi di lapangan pasca banjir bandang di jorong Galapung, nagari Tanjung Sani kecamatan Tanjung Raya, Rabu,(20/11) malam lalu, dan hingga penanganan haru keempat Minggu,(24/11) ini, potensi ancaman galodo masih sangat tinggi di kawasan pebukitan diatas pemukiman warga yang terdampak bencana saat ini.
Saat ini, alur sungai yang biasa dilalui Batang Cikalo sudah berpindah, bahkan jalurnya sudah terbentuk sendiri persis di atas lokasi masjid, MDA dan beberapa rumah warga yang terdampak saat ini, sehingga membentuk aliran sungai baru yang harus diatasi segera.
Sementara potensi banjir masih terbilang tinggi, apalagi jika curah hujan tinggi dengan durasi cukup panjang, sehingga aliran yang terbentuk baru itu kembali dipenuhi air berlumpur, bahkan kerap membuat upaya pembersihan oleh petugas dan relawan tanggap darurat terhenti karena kuatir adanya longsor susulan.
Hasil investigasi tim tanggap darurat dan Kodim 0304 Agam, dari DPUTR Agam serta rekaman video drone yang diambil petugas, terlihat sepanjang pebukitan diatas pemukiman warga yang terdampak longsor di Galapung itu, aliran sungai baru, dengan bongkahan batu besar.
Bahkan di beberapa titik, terlihat ado tumpukan material, berupa batu besar, tanah dan kayu, yang dikuatirkan akan bisa dihondoh ke bawah pebukitan, jika turun hujan lebat, akan sangat rentan terbawa arus air deras yang bakal memicu banjir bandang susulan di wilayah itu.
Potensi ancaman itu, dibahas khusus dalam rapat evaluasi gabungan tanggap dadurat bersama Sekab Agam M.Dt.Maruhun, Dandim 0304 Agam Letkol.Inf.Victor, Asisten I Sekab.Agam Rahman, kepala BPBD Agam M.Lutfie, Kepala Dinsos Agam Rahmi Artati, Kasat.Pol.PP-Damkar Agam Kurniawan Syahputra, camat Tanjung Raya Handria Asmi, walinagari Sungai Batang Maizon dan beberapa pejabat lain.
Menyikapi kondisi itu, Sekab Agam M.Dt.Maruhun, menegaskan, sesuai instruksi bupati Agam Dr.Indracatri, Pemkab Agam, siap menyikapi dengan cepat langkah antisipasi untuk menyelamatkan masyarakat, “ langkahnya relokasi, dan pemerintah siap melaksanakannya hari ini juga, “ tegasnya.
Relokasi dimaksud, ulas M.Dt.Maruhun, terutama untuk 4 kepala keluarga yang saat ini, rumahnya rusak berat dihantam banjir bandang dan kini dipenuhi lumpur dan batu-batu besar, dimana Pemkab.Agam siap menindaklanjuti persetujuan dan keinginan masyarakat untuk merelokasi rumah mereka ke lokasi yang sudah disiapkan di Dama Gadang, “ kalau ada persetujuan, Senin besok sudah bisa kita tindaklanjuti, “ tegas M.Dt.Maruhun.
Terkait dengan persetujuan masyarakat tersebut, Sekab.Agam itu, berharap Walinagari bisa langsung menindaklanjuti terhadap 4 KK terdampak parah bencana tersebut, terutama yang berkaitan dengan administrasi dan persetujuan, “ itu untuk relokasi warga yang rumahnya rusak parah terdampak bencana, dalam masa tanggap darurat, akan kita bangun segera hunian sementara (huntara) di Dama Gadang, “ tegasnya lagi.
Sementara terkait permintaan, kemungkinan pemerintah akan membangunkan kembali rumah warga yang rusak parah dihantam banjir bandang di lokasi yang sama, dengan tegas Sekab. Agam itu menyebutkan, pemerintah tidak akan menyetujuinya, karena akan sangat beresiko pada masyarakat.
Terkait dengan penanganan secara tekhnis, termasuk persetujuan warga untuk relokasi tersebut masih akan dibahas khusus dengan berbagai unsur terkait, karena saat ini, Satgas Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Galapung masih fokus dengan penanganan pasca bencana di lokasi, terutama upaya pembersihan sarana jalan, MDA, rumah penduduk, termasuk membuat alur sungai untuk aliran air yang tumpah dari pebukitan yang longsor persis di samping masjid yang dibenam material banjir bandang.
(Ardi)
