Bukittinggi, KABA12.com — Petugas Damkar Dinas Kebakaran Kota Bukittinggi diberikan pelatihan operasi non darurat. Diantaranya, bagaimana penyelamatan manusia dan hewan, serta evakuasi pada kondisi membahayakan.
Salah satu pelatihan yang diberikan pada petugaa damkar, terkait mengenal sifat binatang buas. Pelatihan yang mendatangkan narasumber Ketua Komunitas Reptil B.Reptonic Bukittinggi Jeckyafri Nanda itu diadakan di Aula Dinas Kebakaran, Kamis (28/11).
Kepala Dinas Kebakaran Kota Bukittinggi, Martius Bayu didampingi Kabid Pencegahan,Sunarno menyebutkan, Dinas Kebakaran memiliki tugas tidak saja Faktual Pemadaman Kebakaran, tetapi juga ada tugas tugas non faktual ,seperti yang tertera pada Peraturan Mendagri nomor 114 tahun 2018.
“Dalam Permendagri itu dijelaskan, Dinas Kebakaran memiliki layanan penunjang. Dimana Layanan penyelamatan dan evakuasi pada kondisi membahayakan manusia (Operasi Darurat Non Kebakaran), seperti, peristiwa yang menimpa, membahayakan dan atau mengancam keselamatan manusia selain kejadian kebakaran,” jelasnya.
Adapun jenis operasi darurat non kebakaran yang selama ini dilakukan, penanganan banjir, evakuasi korban hanyut, evakuasi korban terjatuh ke dalam sumur, penanganan pohon tumbang, evakuasi sarang tawon, penanganan penyela matan hewan yang berdampak kepada keselamatan manusia. Dengan banyaknya tugas non faktual itu, maka Dinas Kebakaran kota Bukittnggi memandang perlu mengadakan pelatihan bagi personil Dinas kebakaran, terutama yang bertugas di lapangan.
“Untuk melaksanakan tugas tugas itu diperlukan personil Damkar dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memback up tugas tugas itu di lapangan. Sehingga masyarakat merasa nyaman,” kata Martius Bayu.
Sementara itu, Ketua Komunitas Reptil B.Reptonic Bukittinggi Jeckyafri Nanda, pada kesempatan itu memberikan pelatihan cara menjinakkan dan menangkap binatang melata atau reptil, seperti ular. Bahkan beberapa jenis ular diperagakan dalam pelatihan tersebut.
(Ophik)
