Pertemuan Bulanan DWP Bukittinggi Bahas Penanggulangan HIV AIDS

Bukittinggi, KABA12.com — Dharma Wanita Persatuan kota Bukittinggi kembali mengadakan Pertemuan Rutin Bulanan. Pertemuan yang dilaksanakan di Hall Badan Keuangan Bukittinggi, Rabu (27/03) itu, diisi materi sosialisasi bahaya HIV-AIDS oleh dr. Rahmi Yetti, Sp.A.

Dalam materinya, Rahmiyetti memaparkan, HIV/AIDS merupakan hal yang berbeda tetapi saling berhubungan. Human Immunodeficiency Virus atau HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh Anda. HIV menyerang dan menghancurkan sel CD4 yang melawan infeksi dari sistem kekebalan tubuh. Hilangnya sel CD4 ini menyulitkan tubuh untuk melawan infeksi dan kanker terkait HIV tertentu.

“Tidak seperti virus lainnya, tubuh kita tidak bisa menyingkirkan HIV sepenuhnya. Sementara itu, AIDS adalah kondisi penyakit yang parah dari infeksi virus HIV. Biasanya kondisi ini ditandai dengan munculnya penyakit lain seperti kanker dan berbagai infeksi yang muncul seiring dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh kita,” jelasnya.

Meskipun orang yang mengidap HIV tidak menunjukkan gejala apapun dan dapat menular ke korban lain. Ini karena HIV dapat memakan waktu hingga 2 sampai 15 tahun sampai bisa memunculkan gejala. HIV tidak akan langsung merusak organ tubuh, tetapi, penyakit ini akan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga memungkinkan terjadi berbagai penyakit lainnya terutama infeksi,untuk kemudian menyerang tubuh. Gejala pertama dari HIV mirip dengan infeksi virus lainnya, yaitu: Demam, Sakit kepala, Kelelahan, Nyeri otot, Kehilangan berat badan, Pembengkakan kelenjar getah bening di tenggorokan, ketiak, atau pangkal paha.

“Beberapa gejala AIDS yang biasanya muncul, yaitu: sariawan, penyakit radang panggul kronis, Infeksi parah dan sering mengalami kelelahan ekstrem yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya dan mungkin muncul bersamaan dengan sakit kepala dan atau pusing, Turunnya berat badan lebih dari 5 kg yang tidak disebabkan karena olahraga atau diet, Lebih mudah mengalami memar, Diare yang lebih sering, Sering demam dan berkeringat di malam hari, Pembengkakan atau mengerasnya kelenjar getah bening yang terletak di tenggorokan, ketiak, atau pangkal paha, Batuk kering yang terus menerus, Sering mengalami sesak napas, Perdarahan pada kulit, mulut, hidung, anus, atau vagina tanpa penyebab yang pasti, Ruam kulit yang sering atau tidak biasa, Mati rasa parah atau nyeri pada tangan dan kaki, Hilangnya kendali otot dan refleks, kelumpuhan, atau hilangnya kekuatan otot dan Kebingungan (linglung) atau perubahan kepribadian,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Bukittinggi, Ny. Muchlisah Yuen Karnova, mengatakan, materi kali ini sangat menarik. Sengaja materi dengan tema Bahaya Penularan HIV-AIDS ini diambil untuk mengingatkan kembali akan bahaya HIV-AIDS.

“Apalagi akhir-akhir ini LGBT sangat marak. Mengingatkan kita untuk antisipasi dan menjaga diri dan keluarga kita dari tertular nya penyakit HIV AIDS,” ungkapnya.

(Ophik)

0Shares