Orang yang sabar memiliki keuntungan tersendiri. Keuntungan dari orang yang bersabar adalah memiliki harapan dan tidak putus asa karena gagal dalam urusannya.
Iman seseorangpun sangat kuat kaitannya dengan kesabaran. Tidak ada keimanan kecuali bagi mereka yang memiliki kesabaran.
Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh mengagumkan sikap seorang mukmin; semua urusannya merupakan kebaikan, hal itu tidak didapati pada orang lain, kecuali pada orang mukmin.
Jika ia mendapat kebaikan, maka ia bersyukur, sehingga hal itu menjadi kebaikan baginya, dan jika ia mendapat kesulitan dan cobaan, maka ia bersabar, maka hal itupun menjadi kebaikan juga baginya.”(HR. Muslim).
Disebutkan, bagi orang selalu berlaku sabar, Allah memberikan pahala yang cukup dan cita-citanya akan tercapai serta muda mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.
Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya : “… Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (AQS. Az-Zumar : 10).
Sementara itu, menurut Al-Hafizh Ibnu Rajab ada beberapa macam sabar yang dipuji yaitu, Pertama, sabar di atas ketaatan kepada Allah. Kedua, sabar dalam menjauhi kemaksiatan kepada Allah.
Ketiga, sabar dalam menanggung takdir yang terasa menyakitkan.
Sabar dalam menjalankan ketaatan dan sabar dalam menjauhi perkara yang diharamkan itu lebih utama daripada sabar dalam menghadapi takdir yang terasa menyakitkan. (sumber : Majalah An-Najah Edisi 103 Rubrik Khutbah Jumat/islami.co)
