Politik

Pengurus PDPI Sumbar Dilantik, Perkuat Kolaborasi Profesi untuk Penanganan Penyakit Paru dan TB

Padang,kaba12 — Kepengurusan baru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Sumatera Barat resmi dilantik dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di ZHM Premier Hotel Padang, Minggu,(8/2/2026) .

Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran organisasi profesi dokter paru dalam mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan respirasi dan percepatan pengendalian tuberkulosis di Sumatera Barat.

Prosesi pelantikan dihadiri jajaran Pengurus Pusat PDPI, yakni Ketua, Sekretaris Jenderal, dan Bendahara, sebagai bentuk komitmen pembinaan dan sinergi antara pengurus pusat dan daerah. Pengurus yang dilantik terdiri atas Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta jajaran pengurus PDPI Sumatera Barat periode terbaru.

Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya IDI Wilayah Sumatera Barat yang diwakili oleh Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Wilayah Sumbar, Dr. dr. Yefri Zulfikar, Sp.U.

Hadir pula perwakilan RSUP Dr. M. Djamil Padang melalui Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL(K), Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-KL, RS Paru Sumatera Barat yang diwakili Kabid Pelayanan dr. Hesti, serta perwakilan Perhimpunan Dokter Jantung Indonesia (PERKI) Sumatera Barat, Dr. dr. Tommy Daindes, Sp.JP(K).

Dalam sambutannya, Ketua PDPI Sumatera Barat menekankan, bahwa organisasi profesi memiliki peran penting tidak hanya dalam pengembangan keilmuan, tetapi juga dalam pengabdian sosial dan kemanusiaan. “PDPI harus hadir sebagai mitra strategis masyarakat dan pemerintah, menjaga profesionalisme sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menjawab persoalan kesehatan paru, termasuk tuberkulosis,” ujarnya.

Ketua PP PDPI, Dr. dr. Arief Riadi Arifin, Sp.P (K), MARS, FISR – EMC menegaskan,PDPI daerah merupakan garda terdepan organisasi dalam menjawab tantangan kesehatan paru di masyarakat. “PDPI daerah memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan, edukasi, dan pengabdian profesi. PDPI Pusat akan terus mendorong penguatan kapasitas organisasi daerah agar mampu menjawab tantangan penyakit paru yang semakin kompleks,” ujar dokter Arif.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara PDPI Pusat dan daerah dalam pengembangan keilmuan, peningkatan kompetensi anggota, serta dukungan terhadap program kesehatan nasional.

Mewakili IDI Wilayah Sumatera Barat, Dr. dr. Yefri Zulfikar, Sp.U, menegaskan pentingnya sinergi antarorganisasi profesi untuk menjaga mutu pelayanan kesehatan dan etika kedokteran. “Kolaborasi yang kuat antar perhimpunan dan institusi menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berstandar dan berpihak kepada pasien,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat menyampaikan keberhasilan program pengendalian TB sangat bergantung pada keterlibatan aktif organisasi profesi. Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 dan target Eliminasi TB Tahun 2030.

“Peran PDPI sangat strategis dalam mendukung penemuan kasus, tata laksana TB sesuai standar, penguatan jejaring layanan, serta optimalisasi pelaporan melalui sistem informasi TB,” jelasnya.

Pelantikan pengurus PDPI Sumatera Barat ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas profesi, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan paru di Sumatera Barat secara berkelanjutan.

(HARMEN)

0Shares
Pengurus PDPI Sumbar Dilantik, Perkuat Kolaborasi Profesi untuk Penanganan Penyakit Paru dan TB
To Top