Salareh Aia, KABA12.com — Sejumlah mahasiswa kuliah kerja nyata (Kukerta) dari Universitas Riau melakukan eksplorasi atau penjelajahan ke objek wisata Sarasah Marabuak, Jorong Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Jum’at (30/7).
Aksi tersebut merupakan salah satu program pengabdian mahasiswa Universitas Riau yang melaksanakan kuliah kerja nyata ‘balek kampung’ untuk memperkenalkan potensi wisata alam yang ada di Nagari Salareh Aia secara lebih luas.
Dalam kunjungan 9 orang mahasiswa Universitas Riau ke objek wisata alam itu turut didampingi oleh sejumlah pihak seperti perangkat nagari, karang taruna, dan tokoh masyarakat sekitar.
Divisi Humas KKN Universitas Riau, Irma Nasari mengatakan, kegiatan eksplorasi ini bertujuan untuk memperkenalkan keberadaan objek wisata yang ada di Nagari Salareh Aia agar kedepannya dapat diketahui oleh banyak orang. Ia mengakui, objek wisata Sarasah Marabuak tak kalah memiliki spot-spot foto yang bagus, namun keberadaannya belum dikembangkan secara maksimal.

“Maka dari itu, kita dari mahasiswa yang melaksanakan KKN turut berpartisipasi dalam mengembangkan wisata alam ini. Terutama dengan melakukan gotong royong pembersihan kawasan sarasah (air terjun-red), pemasangan plang, hingga pembuatan video eksplore wisata Sarasah Marabuak yang nantinya di upload ke media sosial,” ujar Irma Nasari salah satu mahasiswa KKN UNRI kepada KABA12.com.
Ia menambahkan, pemasangan plang merek objek wisata di lokasi tujuannya adalah untuk memberitahu masyarakat bahwa dikawasan tersebut terdapat objek wisata alam yang patut dikunjungi.
“Sebelumnya tidak ada plang merek sebagai tanda objek wisata di sana. Oleh karena itu kita berinisiatif untuk memasang plang tersebut, agar dapat membuat wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata Sarasah Marabuak,” ungkapnya.
Disamping itu, pihaknya memilih lokasi Sarasah Marabuak untuk kegiatan eksplorasi lantaran objek tersebut belum dinilai belum terlalu dikenal oleh masyarakat. Sehingga, melalui ekplorasi yang dilakukan diharapkan dapat membantu pengembangan objek wisata alam tersebut secara berkelanjutan.
Pihaknya juga berharap kepada pemerintah nagari setempat untuk lebih memperhatikan kondisi akses jalan menuju objek wisata Sarasah Marabuak. Sebab, saat ini kondisi jalan menuju lokasi masih belum memadai seperti tidak adanya penunjuk jalan, belum ada pengerasan jalan, serta kurangnya pembatas jalan di bagian lereng bukit.

“Kita berharap agar pemerintah nagari setempat segera melakukan langkah-langkah pengembangan potensi wisata secara maksimal, misalnya perbaikan akses jalan, mengekspose objek wisata ke media sosial/media massa, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” jelasnya.
Menurutnya, perlunya pengembangan potensi pariwisata akan berdampak baik dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM), dan pertumbuhan ekonomi, hingga menambah pendapatan nagari setempat.
“Selain itu, kepada pengunjung yang datang ke lokasi diminta untuk selalu menjaga kebersihan dan keasrian objek wisata, salah satunya dengan cara tidak membuang sampah sembarangan,” kata Irma.
(Bryan)
