Pemko Berikan Bantuan Paket Sembako Untuk 1267 KK

Bukittinggi, KABA12.com — Beberapa perwakilan warga kurang mampu di Bukittinggi, menerima bantuan paket sembako secara simbolis dari pemerintah kota, di aula kantor camat ABTB, Senin (21/05).
Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Walikota, didampingi, ketua Dekranasda, Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan, Kadis P3APPKB, serta dihadiri camat dan lurah se kota Bukittinggi.

Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Bukittinggi, M. Idris menjelaskan, bantuan paket sembako ini, diberikan dalam rangka menghadapi lebaran dan kenaikan harga. Bantuan paket sembako menghadapi lebaran dan kenaikan harga tahun 2018 diberikan secara gratis kepada keluarga kurang mampu di Bukittinggi.

Secara keseluruhan masyarakat penerima bantuan di Bukittinggi tahun 2018 sebanyak 1267 KK untuk tiga kecamatan dan 24 kelurahan. Dengan rincian, Kecamatan MKS dialokasikan kepada 736 KK. Kecamatan Guguak Panjang sebanyak 267 KK dan Kecamatan ABTB sebanyak 264 KK.

“Tidak jauh beda dari tahun lalu, bantuan yang diberikan berupa 5 kg gula pasir dan 7 liter minyak goreng dalam kemasan dengan nilai Rp 200 ribu per paket. Penyerahan bantuan ini, dilakukan secara simbolis di kantor Camat ABTB,” jelasnya.

Nantinya, lanjut M. Idris, secara serentak, KK kurang mampu dapat langsung mengambil bantuan paket sembako di masing-masing kantor lurah. Untuk pengambilan itu, warga harus membawa kupon yang telah diberikan sebelumnya melalui kelurahan setempat.

Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi, mengungkapkan, bantuan paket sembako menghadapi lebaran dan kenaikan harga tahun 2018 ini, bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu, dalam menghadapi gejolak harga, terutama dalam menghadapi lebaran.

“Bantuan ini disamping meringankan beban warga, juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah kota terhadap masyarakat, khusunya masyarakat kurang mampu. Semoga ini bermanfaat bagi mereka dan dimaksimalkan dalam menyambut lebaran nanti,” ungkap Irwandi.

Lebih lanjut, Wawako menyampaikan kepada camat dan lurah untuk kembali melakukan pendataan terhadap masyarakt kurang mampu. Karena fakta di lapangan masih banyak warga yang sudah pulih perekonomiannya, namun masih terdaftar sebagai warga penerima bantuan atau BDT.

“Ini yang harus dikoordinasikan kembali, karena pemko terus berupaya mengurangi angka kemiskinan. Namun masih banyak faktor penyebabnya. Salah satunya, warga pendatang yang menyewa di Bukittinggi dan tergolong rawan sehingga bisa menimbulkan masalah sosial. Ini patut diantisipasi,” harapnya.

Wawako menghimbau warga untuk menkonsumsi makanan secukupnya, dan jangan berlebihan. Sehingga biaya rumah tangga dapat di tekan.

(Ophik)

0Shares