Pemkab.Agam Tak Berdaya, Trotoar Jalan Beralih Fungsi

Lubukbasung, kaba12.com — Pemkab.Agam terlihat tidak berdaya dan terkesan tutup mata, menyusul banyak fasilitas yang dibangun untuk penunjang kegiatan masyarakat justru beralih fungsi.

Salah satu yang menonjol, bahkan viral di media sosial adalah areal trotoar di jalur jalan Surau Kariang, Nagari Lubukbasung, tak jauh dari kantor Bupati Agam menjadi tempat penumpukan barang-barang bekas dan jadi lahan usaha.

Bahkan, perangkat trotoar yang dibangun hancur hanya tersisa bekas material yang menjadi lokasi pembakaran sampah, sehingga sarana itu tidak bisa dipergunakan masyarakat untuk pejalan kaki, bahkan sebagian badan jalan sudah termakan untuk penumpukan barang-barang bekas dalam jumlah besar.

Yang memprihatinkan, hal itu terkesan tanpa mendapat perhatian serius dari para pejabat terkait di Pemkab.Agam, padahal ruas jalan yang dipersoalkan masyarakat itu, merupakan salah satu jalur utama kota Lubukbasung yang kerap dilalui para pejabat setiap hari.

Seperti direaksi warga di media sosial atas nama Nameh Tanjung yang menyayangkan trotoar jalan ruas Simpang Tembok-Simpang Surau Kariang yang menjaid tempat penumpukan barang bekas dan besi tua yang sudah berlangsung lama, bahkan hingga kini tidak mendapat perhatian dari Pemkab.Agam.

Kondisi itu dibenarkan Ir.Jetson, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam, waktu dikonfirmasi kaba12.com.

Disebutkan, sesuai informasi masyarakat termasuk yang mengapung di media sosial beberapa waktu belakangan, setelah ricek pihaknya pada personil di lapangan, masalah itu sudah kerap ditegur, bahkan untuk mengantisipasi, pihaknya sudah membuat taman khusus di lokasi yang saat ini menjadi tempat penumpukan barang-barang bekas tersebut.

Namun, ulas Jetson, setelah ditanami, pelaku usaha barang bekas itu, kembali meletakkan barang-barang di lokasi tersebut, sehingga tanaman kembali sudah, “ hal itu sudah cukup lama dilakukan, namun kenyataannya, pelaku usaha itu masih tidak mengindahkan, “ ungkapnya.

Pihaknya berharap, hal itu bisa ditertibkan yang dibantu unsur lain, karena diakuinya, jalur trotoar yang dibangun Pemkab.Agam itu, mengalami kerusakan yang cukup serius, batako yang dipasang sudah terbongkar, bahkan sepanjang trotoar sudah jadi tempat penumpukan barang-barang bekas.

Kepala DLH Agam yang mengkoordinir kebersihan dan pertamanan di kabupaten Agam itu, mengaku prihatin, karena upaya pihaknya untuk menertibkan penyalahgunaan sarana umum itu tidak bisa ditertibkan, “ kita akan carikan solusinya, “ ungkap Jetson lagi.

Pantauan kaba12.com, kerusakan dan alih fungsi sarana umum di pusat kota Lubukbasung sudah semakin banyak, yang justru luput dari perhatian pejabat daerah, yang saat ini justru sibuk dengan berbagai kegiatan, sehingga hal-hal vital terabaikan.

HARMEN

0Shares