Lubukbasung,kaba12 — Bupati melalui Sekab.Agam H.Edi Busti, Drs H Edi Busti, paparkan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Agam Tuo dalam pertemuan di aula kantor Bupati Agam, Padang Baru, Lubukbasung.
Dalam kegiatan yang diikuti sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta Pemerintah Kabupaten Agam itu H.Edi Busti menjelaskan, DOB Agam Tuo mencakup 10 kecamatan, sementara wilayah induk hanya 6 kecamatan, dari total 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Agam saat ini.
Ditambahkan, DOB Agam Tuo direncanakan berpusat di Kecamatan IV Koto sebagai ibukota kabupaten, “DOB Agam Tuo akan berada di dataran tinggi, tepatnya di sekitar Bukittinggi, sedangkan wilayah induknya berada di dataran rendah,” jelas Edi Busti.

Disebutkan, percepatan pembentukan DOB Agam Tuo dalam kuota moratorium pemekaran wilayah di Indonesia, dimana pembentukan DOB Agam Tuo memiliki urgensi tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, “dengan pemekaran ini, diharapkan akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan infrastruktur dapat ditingkatkan secara signifikan, sehingga masyarakat di wilayah tersebut dapat merasakan manfaat yang lebih merata,” ujarnya.
Ditegaskan, pembentukan DOB Agam Tuo akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut, dengan terbukanya lahan usaha baru, diharapkan dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal, sekaligus mendukung peningkatan taraf hidup mereka.
Dari sisi pemerintahan, pemekaran wilayah ini akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, “dengan wilayah yang lebih kecil, pemerintah dapat lebih optimal dalam mengelola dan mengawasi wilayahnya, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ulas Sekab.Agam itu.

Bahkan, pembentukan DOB ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Agam Tuo karena diharapkan pembangunan tidak hanya terfokus di satu area, tetapi dapat tersebar secara merata di seluruh wilayah yang masuk dalam DOB Agam Tuo.
Diharapkan, paparan yang disampaikan dapat menjadi landasan percepatan DOB Agam Tuo. “Dengan DOB ini, kualitas hidup dan pelayanan publik bagi masyarakat, baik di wilayah Agam Tuo maupun kabupaten induk, dapat meningkat signifikan,” tegasnya.
(HARMEN)
