Lubukbasung,kaba12 — “Tarimokasih pak bupati, jalan kami lah dipaelokan”.
Itu teriakan spontan seorang ibu tua, warga Palembayan, saat Bupati Agam H.Beni Warlis meninjau lokasi perbaikan sarana-prasarana terdampak bencana hidrometeorologi 2025, Sabtu pekan lalu.
Bahkan, dengan akrab sang ibu langsung memegang tangan bupati Agam itu, sambal tak henti menyampaikan ucapan terimakasih, karena pemerintah sudah membangun memperbaiki ruas jalan yang rusak, termasuk jembatan yang hancur dihantam bencana banjir bandang November tahun lalu.
Ungkapan terimakasih dan rasa puas warga itu, seakan menjadi energi lebih bagi jajaran Pemkab.Agam, yang saat ini tengah berkutat di lapangan untuk memperbaiki berbagai sarana yang rusak dihantam bencana, baik jalan, jembatan, sarluran irigasi, saluran air bersih dan berbagai sarana lain.

Pemanfaatan dana TKD sebesar Rp.165 miliar yang dikucurkan pemerintah pusat, saat ini Pemkab.Agam mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan pembangunan pisik di 12 kecamatan terdampak, bahkan diproyeksikan kegiatan yang tengah dikerjakan akan rampung sesuai jadual menjelang tutup tahun 2026.
Menurut Kadinas Kominfo Agam, melalui Eki Marlinda, Kabid.Kerjasama Informasi Media, saat ini, Pemkab.Agam tengah mendorong maksimalnya kegiatan penanganan dampak bencana di berbagai kecamatan. Bahkan, seluruh kegiatan yang ditangani berbagai OPD terkait sudah bergerak dikerjakan.
Hal itu, seiring dengan pengerjaan beberapa ruas jalan propinsi terutama berbagai ruas terdampak di jalur Manggopoh -Padanglua, terutama kelok 44, Sungai Landia,IV Koto, dan beberapa titik di ruas Palembayan-Matur dan berbagai lokasi lain di beberapa kecamatan terdampak.
“Kita berharap, dengan gencarnya pelaksanaan kegiatan pembangunan sarana-prasarana terdampak bencana saat ini, berbagai aktivitas masyarakat bisa kembali bergerak normal dan kegiatan ekonomi berjalan lancar sesuai harapan pak Bupati dan banyak pihak, “sebut Eki Marlinda lagi.
Bahkan, untuk memantau progress pengerjaan berbagai kegiatan yang tengah dilakukan tersebut, Diskominfo Agam secara khusus juga memantau ke lapangan, dan menginformasikannya kepada public, sehingga masyarakat pun, bisa mengetahui perkembangan upaya penanganan yang secara konsisten dilakukan pemerintah.-(HARMEN)
Pastikan Pemanfaatan Dana TKD Optimal, Bupati Agam Tinjau Pembangunan Infrastruktur
Lubukbasung,kaba12 — Pastikan seluruh program penanganan dampak bencana, khususnya pembangunan kembali berbagai sarana infrastruktur yang rusak akibat bencana, Bupati Agam H.Beni Warlis, pantau langsung berbagai kegiatan pembangunan yang tengah dikerjakan saat ini.
Bahkan, diyakinkan pemanfaatan dana TKD susulan yang diproyeksikan khusus untuk pembangunan berbagai sarana yang rusak terdampak bencana hidrometeorologi 2026, yang hancur di berbagai kecamatan, khususnya di 12 kecamatan terparah terdampak yang saat ini tengah digarap oleh pihak ketiga yang dikelola oleh berbagai OPD Pemkab.Agam dibidang pembangunan.

Bupati Agam yang didampingi Kadinas PU Agam Ofrizon, Kadinas Kominfo dan beberapa pejabat daerah lain, sengaja meninjau berbagai lokasi penanganan dampak bencana, yang saat ini tengah dikerjakan, khususnya pembangunan kembali infrastruktur terdampak di wilayah Barat Kabupaten Agam.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan fisik, khususnya jalan, jembatan, dan infrastruktur pendukung lainnya, berjalan sesuai rencana.
Bahkan, sehari penuh Bupati Agam menyisir sejumlah lokasi pekerjaan di Kecamatan Matur, Palembayan, Ampek Nagari, Lubukbasung, dan Tanjung Raya.
Peninjauan tersebut menurut Kadinas Kominfo Agam melalui Kabid.Kerjasama Informasi Media Eki Marlinda, sekaligus untuk melihat kondisi serta progres pekerjaan konstruksi sarana yang dibangun maupun telah dilaksanakan di Kecamatan Matur, Palembayan, Ampek Nagari, Lubuk Basung dan Kecamatan Tanjung Raya.
Peninjauan diawali dengan melihat kondisi jalan terban di Nagari Sitingkai, Kecamatan Matur. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju ruas jalan Matur-Palembayan untuk meninjau pekerjaan rehabilitasi jalan provinsi dengan anggaran lebih dari Rp4,7 miliar.
Selanjutnya, Bupati meninjau pekerjaan pada ruas Jalan Ladang Makmur-Tulang Gajah berupa pelebaran dan pengalihan trase di beberapa titik. Pekerjaan tersebut memiliki panjang penanganan sekitar 1.215 meter dengan pagu anggaran Rp3 miliar dan beberapa penanganan sarana terdampak lain di sepanjang wilayah yang dipantau tersebut.-(HARMEN)
Pantau Progres Penanganan Sarana, Beni Warlis : Harus Optimal dan Tepat Waktu
Lubukbasung,kaba12 — Peninjauan langsung pengerjaan penanganan sarana-prasarana terdampak bencaan hidrometerologi 2025 yang dipimpin langsung Bupati Agam H.Beni Warlis di berbagai kecamatan terdampak bencana.
Setelah sebelumnya meninjau pembangunan berbagai sarana jalan, jembatan dan saluran irigasi terdampak bencana di kawasan Timur Kabupaten Agam,bupati melanjutkan peninjaua di lima kecamatan terdampak bencana di wilayah Barat, yang saat ini progress pengerjaannya cukup mengesankan dan sesuai jadual yang ditetapkan.
Usai meninjau berbagai kegiatan pembangunan sarana di wilayah Barat Kabupaten Agam, H.Beni Warlis menyebutkan, sejumlah pekerjaan pembangunan infrastruktur yang ditinjau menunjukkan progres yang baik. Salah satunya penanganan jalan provinsi di wilayah IV Koto Palembayan dan pekerjaan pengalihan trase di Jorong Lambeh, Tulang Gajah.

“Beberapa kegiatan yang ditinjau, di antaranya jalan provinsi yang sudah diperbaiki, termasuk jalan IV Koto Palembayan. Begitu juga di Tulang Gajah, Jorong Lambeh, dilakukan pemindahan trase jalan ke bagian tebing,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan jalan dilakukan secara bertahap, mulai dari pelebaran badan jalan, penataan bekas longsoran, pembangunan drainase hingga pengaspalan dan pengerasan.
“Prosesnya perbaikan sarana terdampak, khusus jalan secara bertahap kita perlebar dulu. Alhamdulillah masyarakat juga setuju. Dengan begitu, jalan akan semakin lebar dan terhindar dari longsor karena bekas-bekas longsoran kita rapikan,” jelasnya.
Ditambahkan, pembangunan drainase menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi jalan agar tidak cepat mengalami kerusakan.
“Masalah jalan selama ini, yang paling berpengaruh adalah air. Jika drainasenya tidak bagus, sebagus apa pun jalan ini diaspal, air akan tetap mengalir ke badan jalan. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, jalan akan rusak dan berlubang lagi,” ujarnya .
Beni Warlis mengapresiasi pembangunan drainase pada ruas jalan tersebut. Menurutnya, keberadaan drainase dan pengaman di sisi jalan dapat membantu mengarahkan aliran air sehingga tidak langsung menggenangi badan jalan.
“Alhamdulillah, ini sudah dibuatkan drainasenya dan kondisinya bagus. Ada penghambat di dekat sisinya supaya air tidak langsung mengalir ke jalan. Kita berterima kasih kepada Pak Gubernur untuk penanganan jalan provinsi ini, dan tentu kepada Pak Presiden yang telah mengucurkan anggaran untuk penyelesaiannya,” katanya.-(HARMEN)
Bupati Minta Pengerjaan Tepat Waktu, Penanganan Dampak Bencana Bergerak Cepat
Lubukbasung,kaba12 — Bupati Agam H.Beni Warlis berharap, seluruh kegiatan penanganan dampak bencana yang tengah dilakukan di kabupaten Agam, bisa tuntas sesuai jadual yang ditetapkan.
Hal itu penting, tidak hanya untuk mendorong normalnya berbagai aktivitas warga, tapi juga untuk mengoptimalkan aktivitas ekonomi dan pengembangan potensi yang dimiliki Kabupaten Agam di berbagai wilayah.
Hal itu disebutkan Bupati Agam Beni Warlis, saat meninjau perbaikan ruas jalan Pasar Batu Kambiang–Simpang Pudung, Kecamatan Ampek Nagari, dengan panjang penanganan sekitar 700 meter dan anggaran lebih dari Rp1,1 miliar.

Wilayah Batu Kambing dengan potensi perkebunan dan pertanian yang tinggi, sangat membutuhkan sarana jalan dan jembatan yang memadai, dan hal itu terdampak saat bencana terjadi, yang saat ini sudah ditangani pemerintah melalui dana TKD.
Penanganan serupa juga tengah dilakukan Kecamatan Tanjung Raya, Bupati Agam meninjau sejumlah pekerjaan, di antaranya penanganan pada ruas Jalan Pasar Bayua–Jalan Batuang. Pekerjaan tersebut meliputi pengedaman pada Jembatan Panjang sepanjang 12 meter serta pengedaman dan pengecoran jalan menuju Pabatungan sepanjang 69 meter dengan nilai kontrak sekitar Rp573,9 juta.
Bupati meninjau lokasi bendung di Limau Hantu yang sebelumnya terdampak banjir. Di lokasi tersebut dilakukan pembersihan material bekas banjir serta pekerjaan galian dengan pagu anggaran sekitar Rp1 miliar. Peninjauan berikutnya dilakukan terhadap pembangunan Jembatan Tumayo dan Jembatan Balok dengan anggaran lebih dari Rp4,6 miliar.

Rangkaian peninjauan ditutup dengan melihat pekerjaan normalisasi alur dan pemasangan bronjong di Sungai Batang Tumayo, Nagari Sungai Batang. Pekerjaan tersebut saat ini ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui pemerintah pusat.
Bupati Agam berharap seluruh pembangunan infrastruktur di Kabupaten Agam dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Semoga pembangunan infrastruktur di Kabupaten Agam bisa berjalan dengan lancar sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal seperti sedia kala,” ungkapnya.-(HARMEN)
Pemerintah Dorong Percepatan Pembangunan Huntap Pascabencana
Lubukbasung,kaba12 — Pemerintah dorong percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban terdampak bencana di berbagai kecamatan di Kabupaten Agam.
Pemerintah pusat, secara maksimal terus memberi dukungan, termasuk dalam rakor yang digelar beberapa waktu lalu yang diikuti Bupati Agam, diwakili Kadinas PUTR Agam Ofrizon bersama para pejabat terkait.
Rakor tersebut membahas langkah percepatan pembangunan Huntap bagi masyarakat yang rumahnya terdampak bencana, termasuk penentuan skema pembangunan sesuai kondisi dan keamanan lokasi.

Sesuai Kemendagri Nomor 300.2.8-168 Tahun 2026 tentang Pedoman Teknis Bantuan Perbaikan dan Pembangunan Rumah Masyarakat Terdampak Bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pembangunan Huntap dibagi dalam tiga skema.
Pertama, Huntap insitu, yakni perbaikan atau pembangunan kembali rumah di lokasi semula bagi kawasan yang dinilai aman dan masih memungkinkan untuk dihuni. Pelaksanaannya dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kedua, Huntap eksitu mandiri, berupa pembangunan rumah di lokasi lain yang dipilih masyarakat terdampak secara swadaya dengan tetap memperhatikan peta kawasan rawan bencana. Skema ini juga dilaksanakan oleh BNPB.
Ketiga, Huntap eksitu terpusat atau komunal, yakni pembangunan hunian di lokasi baru yang dikoordinasikan pemerintah pusat dan daerah. Pelaksanaannya melibatkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama berbagai mitra.
Untuk Sumatera Barat, rencana aksi pembangunan Huntap relokasi terpusat ditargetkan mencapai 1.252 unit. Kabupaten Agam menjadi salah satu daerah yang mendapat alokasi pembangunan tersebut.
Di Kabupaten Agam, salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Padang Mardani, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung, dengan alokasi 280 unit melalui Paket 3 Relokasi Terpusat.
Selain itu, terdapat dukungan program CSR Buddha Tzu Chi sebanyak 160 unit yang saat ini memasuki tahap identifikasi dan persiapan alih status lahan. Pembangunan ditargetkan selesai pada November 2026.
Sementara itu, di Gumarang, Kelurahan III Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, dialokasikan 80 unit melalui Paket 1 Relokasi Terpusat. Lahan yang digunakan berstatus Hak Pakai Dinas Perikanan Provinsi Sumatera Barat.
Untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut, anggaran Kementerian PKP Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp2,218 triliun telah disetujui melalui Surat Menteri Keuangan Nomor S-136/MK/AG/2026 tanggal 24 Juni 2026.
Melalui rakor ini, Pemkab Agam berkomitmen mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan pendukung, terutama pemenuhan lahan dan kelengkapan administrasi. Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar pembangunan Huntap sehingga masyarakat terdampak bencana segera mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak.-(HARMEN)
Pemkab.Agam Kawal Pembangunan Sarana Terdampak
Lubukbasung,kaba12 — Pemkab.Agam secara intensif kawal proses pembangunan berbagai sarana terdampak bencana hidrometeorologi 2025, termasuk melaporkan secara rutin progress pengerjaan lapangan yang tengah dilakukan.
Tidak hanya OPD tekhnis, tim Diskominfo Agam juga terjun langsung melaporkan perkembangan kegiatan penanganan dampak bencana, tidak hanya penanganan yang bersumber dari dana TKD, tapi juga perbaikan infrastruktur yang dilakukan langsung oleh pemerintah pusat.
Menurut Eki Marlinda, Kabid.Kerjasama-Informasi Media Diskominfo Agam, sesuai instruksi bupati Agam, seluruh unsur diminta berperan aktif dalam memantau proses penanganan sarana terdampak bencana yang tengah gencar dilakukan saat ini.

Disebutkan, sesuai komitmen pemerintah, pembangunan berbagai infrastruktur terdampak bencana saat ini, harus sesuai dengan target, termasuk waktu pelaksanaan, sehingga bisa dimanfaatkan dengan optimal oleh masyarakat.
Unsur terkait diminta memantau perkembangan di lapangan, sehingga proses pengawasan kegiatan yang dilakukan bisa berjalan dengan baik dan optimal, “kita akan terus update informasinya pada masyarakat melalui berbagai saluran informasi yang ada, “jelas Eki Marlinda lagi.
(HARMEN)
