Pembangunan di Nagari Harus Berazas Manfaat

Tanahdatar, KABA12.com — Malam ke-6 Ramadhan 1439 Hijriah tim III safari Ramadhan Tanahdatar dipimpin Ketua DPRD Tanahdatar Anton Yondra, mengunjungi Masjid Muslim Jorong Luak Gadang Nagari Gurun Kecamatan Sungai Tarab.

Dalam arahannya, Anton menyinggung soal pembangunan di nagari yang harus berdasarkan azas manfaat, bukan sekedar program pembangunan asalan.

“Pembangunan di Jorong dan nagari jangan asal dapat pembangunan saja, namun utamakan azas manfaatnya bagi masyarakat, kalau hanya berdasarkan bagi-bagi jatah pembangunan, itu sama saja pembangunan yang sia-sia, menghabiskan anggaran negara, hasilnya tidak ada bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kedatangan rombongan tim safari kabupaten yang membawa OPD, selain bertujuan untuk menjalin hubungan silaturrahim dengan masyarakat, namun juga menyampaikan informasi pembangunan terutama untuk Nagari Gurun, “sembari menyerap aspirasi masyarakat tentang apa yang sangat dibutuhkan oleh nagari saat ini,” ucapnya.

Sekaitan informasi pembangunan di Nagari Gurun dari anggaran kabupaten debgan dana alokasi khusus (DAK) nagari, Anton sampaikan bahwa pada tahun 2018 ini ada beberapa item kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan diantaranya pembangunan pagar dan halaman puskesmas gurun dengan anggaran Rp.150 juta, pemeliharaan rehab irigasi jorong tali bandar gurun Rp.242 juta lebih, rehab dan pemeliharaan jaringan irigasi bandar gurun Rp.565 juta, lanjutan pengecoran jalan Luak Solok Sitakuk Rp.150 juta dan rehab dan rekonstruksi jaringan irigasi bandar nan panjang Rp.93 juta.

“Selain kegiatan fisik ini yang kita bangun, sesuai visi dan misi kabupaten, pembangunan kerohanian masyarakat juga kita kejar, karena jika kita fokus fisiknya saja tanpa membanguh Iman dan Taqwa maka itu sama saja menghancurkan daerah,” jelasnya

Anton menambahkan, saat ini yang menjadi kecemasan bagi pemda degradasi moral generasi muda. Pengaruh teknologi tidak bisa kita bendung, situasi dan kondisi inilah yang menjadikan generasi muda kita lemah dan enggan untuk meramaikan masjid, enggan melakukan kegiatan keagamaan di masjid.

“Coba kita lihat saat ini, jika diperbandingkan jamaah yang berada dalam masjid usia 12 hingga 25 tahun tidak ada dalam masjid atau tidak ada melakukan ibadah maupun kegiatan keagamaan bersama kita yang di atas 40 tahun,” sebutnya.

Lain halnya dengan anak-anak berusia di bawah 12 tahun yang melaksanakan magrib mengaji dan kegiatan didikan subuh dimasjid. Sepertinya generasi ini terputus, karena kita tidak melihat remaja usia 12-25 tahun ini beraktifitas di masjid.

“Maka dari itu pemerintah daerah melakukan berbagai upaya untuk meramaikan masjid seperti magrib mengaji, BKMT, gerakan subuh berjamaah, penilaian didikan subuh dan kegiatan lainnya sebagai upaya meramaikan masjid,” pungkas Anton.

Sebelumnya Yasrizal pengurus masjid memberikan apresiasi pada tim yang telah mengunjungi Masjid Muslim tersebut, “sudah hampir 12 tahun inilah kali pertama masjid kita dikunjungi tim kabupaten,” sebutnya.

Kegiatan selama Ramadhan, disebutkan selalu diisi dengan ceramah agama. Sabtu -Minggu dilaksanakan pelatihan penyelenggaraan jenazah oleh jamaah termasuk para remaja, kegiatan Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) tingkat kecamatan yang dilaksanakan setiap tahun dan cerdas cermat lansia.

Mengenai pembangunan masjid Yasrizal sebutkan, saat ini sedang merenofasi kuzen, ketiga sisi masjid akan diberi teras sehingga masjid akan lebih lapang. Namun yang menjadi kendala adalah air bersih, untuk Jorong Luak Gadang permasalahan air menjadi keluhan bagi masyarakat. Melalui tim Ia meminta agar kendala tersebut bisa segera teratasi.

“Bersama walinagari dan masyarakat telah melakukan survey sumber air, dan untuk sumber air sudah ada namun kita membutuhkan mesin pompa dan bak penampungan, untuk itu Ia minta pada tim untuk pengadaan peralatan pompa dan prasarana lainnya, agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat dipenuhi,” sampainya.
Rombongan tim III safari Ramadhan yang beranggotakan Kepala Baperlitbang, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Kabag. POD Setda Tanah Datar, Sekretaris Dinas Koperindag, kepala BPJS Kesehatan, dan beberapa Kabid pada OPD ini serahkan bantuan uang tunai sebesar Rp.10 juta dan buku-buku keagamaan yang diterima langsung pengurus masjid didampingi camat Sungai Tarab dan Wali Nagari Gurun.

(Jaswit)

0Shares