Pasien Terpapar Makin Banyak, ISO Covid-19 RSUD Lubukbasung Butuh Ventilator

Lubukbasung, kaba12.com — Pasien terpapar covid-19 yang menjalani perawatan di ruang isolasi covid-19 RSUD Lubukbasung beberapa hari terakhir sudah semakin tinggi. Kompleks ruang isolasi yang sengaja ditambahkan Pemkab.Agam, memanfaatkan ruang inap baru di rumah sakit tersebut, hanya dalam hitungan hari langsung penuh.

Kondisi serupa juga dialami di ruang isolasi kompleks eks SDN 63 Lubukbasung yang lama termasuk BLK Pemkab.Agam di Sungai Jariang yang langsung penuh, karena kasus terpapar covid-19 semakin tinggi, sehingga kebutuhan tambahan tenaga medis dan sarana pendukung sangat mendesak.

Seperti halnya disebutkan dr.Elvera Susanti, kepala ISO Covid-19 RSUD Lubukbasung, kebutuhan tambahan tenaga medis dan berbagai peralatan pendukung untuk penanganan pasien terpapar covid-19 itu, sangat mendesak dan sudah diusulkan pada Satgas Penanganan Covid-19 Agam.

Disebutkan, peralatan penting seperti halnya perangkat ventilator lengkap menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar dalam penanganan pasien covid-19, apalagi yang kormobid, alat bantu pernapasan itu menjadi salah satu perangkat vital untuk membantu pasien yang gawat, “ karena jika tidak ada, pasien masih terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain, sementara rumah sakit rujukan covid-19 lain di Sumbar penuh semua. Kami berharap, peralatan itu jadi perhatian khusus, “ungkapnya.

Hal itu dibenarkan Sekab.Agam M.Dt.Maruhun yang juga sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Agam didampingi plt.Kadinas Kesehatan Agam Yosefriawan, Asisten I Sekab.Agam Rahman, Kalaksa BPBD Agam M.Lutfie yang menyebut, ketersediaan ventilator menjadi kebutuhan mendesak yang tengah dibahas pihaknya.

Pemkab.Agam sebut M.Dt.Maruhun, sudah menindaklanjuti hal itu, direncanakan untuk penyediaan perangkat ventilator itu akan memanfaatkan dana bantuan tak tersangka (BTT), yang untuk pemanfaatannya, Pemkab.Agam sudah mengajukan advis pada BPKP Sumbar agar tidak menyalahi ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara terpisah, M.Lutfie, Kalaksa BPBD Agam, menyebutkan, cadangan dana untuk pengadaan ventilator itu ada dan bisa dimanfaatkan, namun pihaknya tidak menginginkan, pemakaian dana BTT itu, justru berisiko kesalahan dalam pemanfaatan, sehingga untuk pemanfaatan tengah diajukan advis dan permintaan pendampingan pada pihak kejaksaan.

Informasi yang diperoleh kaba12.com, dampak tidak adanya ventilator itu, memicu beragam resiko berat yang dialami para pasien covid-19, termasuk resiko kematian yang beberapa waktu belakangan jumlahnya justru sudah semakin tinggi.

HARMEN

0Shares