Pasca UN, Siswa SMK di Agam Mulai Laksanakan Ujian Kompetensi Keahlian

Lubukbasung, KABA12.com — Ujian Nasional (UN) bagi peserta didik SMK tidak hanya menjalani ujian tertulis.

Selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 30 April 2019, peserta UN untuk jenjang SMK di Indonesia sudah mulai menjalani ujian kompetensi keahlian (UKK) sebagai bagian dari ujian nasional.

Seperti halnya di SMK Plus Perbankan Bougenvile Lubukbasung, Kabupaten Agam, pelaksanaan UKK dilakukan dalam bentuk ujian praktik kejuruan (UPK).

Guru Multimedia SMK Plus Perbankan Bougenvile Lubukbasung, Iswandi mengatakan, dalam ujian praktik kejuruan, siswa akan diuji kemampuannya dalam mengerjakan sebuah tugas atau membuat suatu produk sesuai tuntutan standar kompetensi.

“UKK dijadwalkan selama bulan April, jadi masing-masing jurusan diberi keleluasaan untuk memilih kapan mereka akan melaksanakan UKK. Namun, untuk jurusan Multimedia, kita sengaja mengambil waktu diawal bulan. Karena ujian praktik kita dalam bentuk pengolahan audio video membuat iklan layanan masyarakat yang bertemakan lingkungan sekolah, dengan durasi 60 detik,” ujarnya.

Dia menambahkan, setelah mengikuti UKK dan lulus sesuai standar kompetensi, siswa akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang memuat nama kompetensi keahlian dan daftar kompetensi atau unit-unit kompetensi yang telah diujikan dan dinyatakan kompeten.

Salah seorang penguji dari pihak eksternal dari Lubas TV, Jaswita menyebutkan, lewat UKK siswa diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah didapatkan di sekolah dan menunjukkan kompetensinya.

“Tujuan penyelenggaraan UKK adalah untuk memfasilitasi siswa SMK yang akan menyelesaikan pendidikannya untuk mendapatkan sertifikat kompetensi. Karena bagi perusahaan atau dunia industri, sertifikat kompetensi itu akan dijadikan sebagai informasi atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja yang merupakan lulusan SMK. Ini lah yang membuat unggul SMK dari sekolah lainnya, karena siswa SMK memiliki prospek kerja yang bagus,” ungkapnya.

(Jaswit)

0Shares