Pariwara DPRD Agam

Paripurna APBD 2024, Alokasi Anggaran Rp1,682 Triliun Disahkan

Lubukbasung, kaba12 — DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Agam sahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2024 dalam sidang paripurna di ruang sidang utama DPRD Agam, Kamis, (30/11) malam.

Pengesahan APBD 2024 sebesar Rp1,682 triliun itu ditandai penandantanganan persetujuan bersama antara Bupati Agam Dr. Andri warman,Ketua DPRD Agam Dr. Novi Irwan bersama para wakil ketua DPRD Agam disaksikan Sekab. Agam H. Edi Busti, para asisten dan kepala OPD Pemkab. Agam.

Dalam sambutannya Dr.Novi Irwan ketua DPRD Agam menyampaikan, seluruh fraksi di DPRD Agam menyampaikan pendapat akhir yang menyetujui RAPBD 2024 untuk dijadikan peraturan daerah.

Disebutkan, hasil paripurna dan pengesahan itu akan dikirim ke gubernur Sumbar untuk proses lebih lanjut, seluruh saran dan catatan fraksi akan menjadi masukan dalam penyusunan lebih lanjut.

Dijelaskan, postur APBD 2024 Kabupaten Agam mencapai Rp1.682.677.614 .015 dengan rincian Pendapatan Daerah sebesar Rp.1.601.400.952.536 dengan rincian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp219.618.685.458, Transfer daerah senilai Rp1.381.032.267.078.

Kemudian, belanja daerah pada APBD Kabupaten Agam 2024 dianggarkan sebesar Rp1.677.677.614.015 yang digunakan untuk belanja operasional sebesar Rp1.303.959.320.873, belanja modal Rp165.542.027.237, belanja tak terduga Rp18.045.419. 050 dan belanja transfer sebesar Rp190.130.846. 855.-

Sementara Bupati Agam Dr. Andri warman menyebut, dari proses pembahasan RAPBD 2024 ini sangat berbeda dengan proses sebelumnya, salah satunya tahun 2024 pemerintah daerah akan menghadapi pesta demokrasi.

Ditambahkan, dari sisi keuangan tahun 2024 masih ada kebijakan DAU yang penggunaannya ditentukan sehingga sumber DAU yang bebas digunakan masih terbatas.

“Kondisi ini berbeda dengan 2022 dan tahun sebelumnya, dimana kita relatif bebas mengalokasi DAU untuk keperluan kegiatan-kegiatan prioritas daerah,” sebutnya.

Dengan situasi tersebut tambah Andri warman, menuntut proses pembahasan perancangan APBD 2024 ekstra ketat yang menguras tenaga dan pikiran,” seluruhnya demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Agam, ” ujarnya.

Ditambahkan bupati, proses pembahasan itu, tentu ada perbedaan pandangan dan kekurangan. Namun, semua itu merupakan bentuk keseriusan dan tanggungjawab bersama untuk menghasilkan APBD yang benar-benar bermanfaat untuk masyarakat Agam.

(HARMEN)

To Top