Palupuah Didera Bencana, Lokasi Longsor Bertambah, 5 Rumah Warga Terancam Ambruk di Lurah Dalam

Palupuah, kaba12 — Kecamatan Palupuah didera bencana memilukan, menyusul dampak hujan lebat yang terus memicu banjir besar dan longsor. Tercatat, setidaknya sudah 6 lokasi longsor dan banyak titik banjir yang mengancam keselamatan warga.

Terkini, informasi yang diperoleh kaba12 dari Palupuah, Rabu, (26/11) dini hari, akibat hujan deras berkepanjangan, luapan aliran sungai di Lurah Dalam, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Palupuah, setidaknya 5 rumah terancam ambruk akibat terjangan banjir besar yang mengerus tebing di tepi sungai.

Informasi yang diperoleh kaba12 dari Harry, staf kantor camat Palupuah dan Indrajaya,SH , Kasi.Trantibum Kecamatan Palupuah, ancaman banjir besar dan longsor di Lurah Dalam, Pasie Laweh itu, sudah diantisipasi dengan mengungsikan 15 kepala keluarga yang tinggal di tepi sungai yang meluap.

Disebutkan, tim gabungan yang memantau kondisi luapan aliran sungai di Lurah Dalam tersebut, menyaksikan 1 buah rumah sudah miring tergerus tebing sungai yang nyaris ambruk akibat terjangan arus deras aliran sungai tersebut. Sementara beberapa rumah yang berada di sebelah rumah yang sudah miring tersebut, juga mulai terdampak, karena jaraknya hanya sekitar 1,5 dari tepi sungai yang meluap tersebut.

“Selasa pagi, seluruh penghuni rumah, ada 15 KK sudah diungsikan ke tempat aman, karena kondisi aliran sungai semakin meningkat. Bahkan, Selasa malam, debit air justru semakin bertambah dengan arus yang sangat deras, setelah hujan lebat masih terus turun, “sebut Hari.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, ruas Jalinsum yang menghubungkan Bukittinggi-Medan masih terputus akibat beberapa titik longsor yang baru bisa dilewati kendaraan roda dua. Proses pembersihan material longsor di beberapa titik, justru masih dihantui ancaman longsor susulan,akibat curah hujan yang masih tinggi dan berkepanjangan sejak Selasa pagi.

(HARMEN)

0Shares