Koto Kaciak, KABA12.com — Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Wilayah Sumatera Kementerian LHK, menggelar pelatihan budidaya ikan di kolam semi bioflok atau terpal bagi petani Keramba Jaring Apung (KJA) salingka Danau Maninjau, di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Senin (7/10).
Pelatihan itu dipandu langsung oleh narasumber Prof. Dr. Ir. Hafrijal Syandri, M.S dari Universitas Bung Hatta Padang.
Pelatihan digelar dalam rangka mengurangi beban pencemaran air Danau Maninjau dari aktivitas budidaya ikan KJA. Untuk itu dibutuhkan fasilitas alih mata pencaharian masyarakat dari danau ke darat.
Seperti yang diungkapkan Kasubid Pertambangan Energi Pertanian dan Kelautan P3E, Yulianti, peserta pelatihan berjumlah 30 orang berasal dari perwakilan petani KJA salingka Danau Maninjau.
Ke-30 perwakilan petani KJA salingka Danau Maninjau akan diberi materi serta diberikan praktek cara budidaya ikan khususnya lele dengan kolam terpal.
“Peserta diberikan ilmu bagaimana cara budidaya ikan di kolam terpal, karena selama ini petani terfokus kepada perairan di danau. Sementara banyak upaya lain yang masih bisa dilakukan untuk budidaya ikan seperti kolam terpal, kolam air deras dan sebagainya,” ujarnya.
Yulianti juga mengharapkan setelah pelatihan, dengan dana yang mereka miliki masyarakat bisa membuka usaha budidaya ikan di kolam terpal, atau melalui bantuan modal dari Bumnag. Sehingga proses peralihan mata pencaharian usaha petani dapat berjalan dengan lancar.
(Virgo/*)
