Bukittinggi, KABA12.com — Walikota Bukittinggi pimpin upacara bendera di SMAN 2 Bukittinggi, Senin (17/02).
Uniknya, setelah upacara, Walikota memberikan surprise dengan menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada 49 pelajar yang telah berusia 17 tahun dan tiga diantaranya, berulang tahun pada bulan Februari ini.
Penyerahan KTP ini, memang terasa unik. Karena tiga pelajar Rabbil Febrian, Harris Ferdiansyah dan Aziz Aulia Hakim, sebelum diberikan E-KTP, disuguhkan shock terapi, dengan nyaris diangkat Satpol PP karena dituduh pernah ditangkap berada di luar sekolah saat jam pelajaran masih berlangsung.
Namun ketika ditanya dan diinterogasi di depan seluruh pelajar dan majelis guru, mereka langsung diberikan KTP oleh wali kota.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, kegiatan menyerahkan KTP kepada pelajar ini, merupakan hasil dari perekaman data langsung ke sekolah yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Dari hasil perekaman data, ada 49 pelajar yang telah memasuki usia 17 tahun dan berhak mendapat KTP.

“Selain itu, perekaman data dan penyerahan E-KTP ini, juga sekaligus mendukung program sensus penduduk yang dilaksanakan BPS pada bulan Februari hingga Maret mendatang. Untuk itu, seluruh masyarakat diimbau untuk mendukung sensus penduduk dengan memberikan data yang benar,” ujar Ramlan didampingi Plt Kadisdukcapul, Ismail, Sekretaris Disdukcapil, Tuti Hidayati, sejumlah Kepala OPD dan Kepala SMAN 2, Ermizar.
Lebih lanjut, Wako juga mengimbau kepada seluruh pelajar untuk dapat disiplin dalam belajar.
“Jangan bermain di luar sekolah saat jam pelajaran masih berlangsung. Jangan ikut balap liar dan hal negatif lainnya. Karena bukan tidak mungkin, para pelajar digaruk oleh tim SK4. Kita ingin pelajar di Bukittinggi menjadi generasi muda yang berkualitas dan terhindar dari hal negatif yang dapat merusak masa depan,” pungkas wali kota diamini Kepala Satpol PP Bukittinggi, Aldiasnur.
(Ophik)
