Dalam dunia wisata kuliner, wisatawan tak melulu sekedar mencicipi makanan khas suatu daerah, tapi juga menyaksikan langsung bagaimana proses makanan itu dibuat.
Dari sana tercipta kesan dan sensasi “lebih” dari sebuah petualangan kuliner.
Kue bika panggang khas Padang merupakan salah satu objek wisata kuliner ngangeni di Kota Padang dan Sumbar umumnya, selain teh telor, rendang dan lain-lain.
Bahan utama kue bika panggang ala Padang adalah tepung beras, lalu dicampur air, parutan kelapa secukupnya, gula pasir secukupnya dan ragi kue. Setelah dicampur biarkan beberapa saat, sekalian menunggu oven cukup panas.
Nampak sederhana sekali. Berbeda tangan orang yang buatnya sangat mungkin berbeda pula rasanya.
Adonan kue bika itu kemudian dimasukkan ke dalam cetakannya dan dimasukkan ke dalam oven dari plat seng.
Sekitar 15-30 menit kue bika pun akan matang. Melihat tekstur dan warnanya mulut jadi ngiler.
Rasa kue bika ini saat menyentuh lidah, yang dominan, adalah manis dan gurih dengan kejutan di tiap gigitannya. Parutan kelapa menambah rasa gurih. Ada variasi bak rasa tape. Aroma harum daun baru dan asap juga khas terasa di mulut dan hidung.
Harganya murmer, hanya Rp1500 per biji, lezat pula, membuat siapa saja tak ragu memborong banyak- banyak.
Mau berkunjung ke Padang? Jangan lupa nikmati petualangan wisata kuliner kue bika panggang khas ala Padang. Langsung di kedai bika panggang Ibu Eti di Sei Balang, Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat.
Letaknya sekitar 200 meter dari simpang Pasar Bandar Buat di jalan penghubung Bandar Buat ke arah Pasar Baru, dekat Toserba Citra.
(Sumber : www.kompasiana.com)