Nyaman di Kompleks Relokasi Dama Gadang, Warga Berterimakasih Pada Bupati Agam

Dama Gadang, kaba12.com — Masyarakat yang sebelumnya bermukim di kawasan zona merah rawan bencana di wilayah Nagari Tanjung Sani,kecamatan Tanjung Raya, ungkap terimakasih pada bupati dan jajaran Pemkab.Agam, yang menyiapkan relokasi pemukiman yang aman dan nyaman di jorong Dama Gadang, Nagari Tanjung Sani.

Saat ini, masyarakat sudah nyaman dan terhindar dari rasa takut akibat trauma berkepanjangan karena selalu dihantui ancaman bencana longsor dan banjir bandang yang hingga kini masih mengintai kawasan zona merah dalam nagari Tanjung Sani.

Bahkan, pembangunan kompleks relokasi pemukiman baru di Dama Gadang yang dibangun Pemkab.Agam atas bantuan BNPB, masyarakat terdampak bencana longsor tahun 2009 lalu, tercatat sebanyak 38 kepala keluarga yang sudah menempati rumah relokasi, dari 115 rumah yang sudah disiapkan pemerintah.

Saat ini, untuk kegiatan usaha pertanian dan perkebunan, warga yang direlokasi memanfaatkan areal seluas 16 hektar milik Pemkab.Agam yang belum dimanfaatkan untuk kegiatan perkebunan dengan menanam berbagai jenis komoditi, sementara di kampung halaman mereka, para penghuni kompleks relokasi tetap membuka usaha, baik perikanan di danau Maninjau maupun berkebun.

Ungkapan syukur dan berterimakasih atas perhatian Pemkab.Agam itu diungkapkan para penghuni kompleks pemukiman relokasi zona merah di Dama Gadang, saat ditemui tim AMC Pemkab.Agam bersama camat Tanjung Raya Handria Asmi untuk melihat dari dekat kegiatan warga di kompleks relokasi tersebut.

Seperti disebutkan E.St.Parpatiah, warga jorong Galapuang, Nagari Tanjung Sani, yang ikut menjadi korban terdampak longsor akibat guncangan gempa tahun 2009, yang kini mengaku, aman dan nyaman berada di lokasi relokasi tersebut bersama anak-istrinya, setelah sempat menjalani hidup di lokasi penampungan sementara di shelter Sungai Batang, selama lebih dari 7 tahun sebelum dipindahkan ke kompleks perumahan relokasi di Dama Gadang.

Diakui E.St.Parpatiah, hingga saat ini, musibah yang melanda jorong Galapuang dan berbagai daerah lain di kecamatan Tanjung Raya, tahun 2009, masih melekat erat dalam memorinya. Bahkan, dia mengaku enggan mengingat kembali perjalanan pahit yang dialami bersama keluarganya pasca terdampak musibah tersebut.

Namun, diakuinya, perhatian dan kepedulian bupati Agam dan jajaran terkait di Pemkab.Agam sangat tinggi pada masyarakat yang terdampak musibah, termasuk dengan menyiapkan kompleks perumahan baru, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung, setelah sebelumnya warga terdampak gempa ditempatkan di shelter Sungai Batang dengan segala dinamikanya.

“ Alhamdulillah, kami bersama keluarga dan 38 KK lainnya, sudah nyaman berada di kompeks relokasi ini, karena pemerintah tidak hanya menyediakan rumah, juga berbagai sarana pendukung seperti mushala, MDA, lahan pertanian, kami sangat berterimakasih,”ujarnya.
Hingga kini, ulas E.St.Parpatiah, dirinya kerap bolak-balik Galapuang-Dama Gadang, untuk berusaha, baik mengelola ikan air tawar di pinggir danau, maupun berkebun, “ sore saya kembali pulang ke Dama Gadang, “ ulasnya.

Tokoh masyarakat itu, menghimbau warga yang masih bermukim di zona merah dan kini tetap dibayangi ancaman bencana, untuk memanfaatkan peluang pindah ke kompleks perumahan rekolasi di Dama Gadang, agar hari-hari yang dijalani aman dan nyaman, sementara untuk berusaha, masyarakat bisa saja bolak-balik ke kampung halaman dan kembali pulang ke rumah di Dama Gadang.

HARMEN

0Shares