Lubukbasung, KABA12.com — Sejumlah Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) di Kabupaten Agam kembali menggeliat setelah dua bulan penerapan new normal.
Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Agam, Ir. Deswita, Senin (10/8), mengatakan secara garis besar, BUMNag di Kabupaten Agam bergerak di bidang usaha perdagangan dan jasa, dikatakan, pandemi Covid-19 cukup berdampak bagi jenis usaha tersebut.
“Seperti usaha di bidang perdagangan ATK, pandemi Covid-19 tentu memberi dampak kepada sirkulasi transaksi, namun saat new normal ini kami melihat sudah kembali menujukan tren positif,” jelasnya.
Ia menjelaskan, untuk sektor yang lebih luas pandemi Covid-19 membuat sejumlah aktivitas masyarakat mengalami keterbatasan. Hal tersebut membawa dampak bagi bidang usaha yang dijalani BUMNag di Kabupaten Agam.
Sementara itu, pihaknya juga menemukan sejumlah bidang usaha yang tidak mengalami pengaruhi signifikan saat pandemi Covid-19, seperti bidang usaha pertanian dan perikanan.
“Kalau BUMNag di bidang pertanian yang tetap eksis di masa pandemi, salah satunya BUMNag Lubuk Basung, mereka masih tetap menyediakan bibit bagi masyarakat,” ujarnya.
Dari 82 nagari di Kabupaten Agam, terangnya, 74 nagari sudah memiliki BUMNag, 45 diantaranya sudah memiliki Perna.
“Kita berharap BUMNag di Agam terus menunjukan perkembangan yang positif, sehingga dapat mempertahankan eksistensi BUMNag itu sendiri,” harapnya.
(Jaswit)
