Lubukbasung, KABA12.com — Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) dengan merek dagang Bagonjong tidak begitu terkena dampak dari Pandemi Covid-19.
Ditengah sapuan badai pandemi Covid-19, ini Bahkan UMKM yang bergerak di bisnis olahan hewan endemik Danau Maninjau itu tetap eksis dan mampu mengolah sekitar 5 kilogram dendeng rinuak setiap hari.
Seperti yang diungkapkan pemilik UMKM Bagonjong, Fitria Amrina, Senin (10/8), saat ini permintaan pasar terhadap dendeng rinuak masih terbilang tinggi. Hal itu dapat diketahui dari selalu habisnya stok dendeng rinuak yang tersedia di rumah produksi miliknya.
Saat ini, Fitria mematok harga per 100 gram dendeng rinuak untuk pasaran lokal Kabupaten Agam sebesar Rp18.000. Harga tersebut akan berubah untuk pasar di luar Kabupaten Agam.
Disebutkan, saat pandemi Covid-19 ketersediaan bahan baku rinuak juga terbilang stabil. Saat ini dirinya masih memasok rinuak langsung dari nelayan di Danau Maninjau.
Sementara untuk pemasaran, Fitria mengaku cenderung lebih melirik sistem online. Selain itu dirinya juga memaksimalkan jaringan dagang yang sudah terbentuk.
“Sekarang lebih kencang online, untuk pasaran lokal, kami juga memaksimalkan pendistribusian kepada 6 orang ‘anak galeh’,” ujarnya.
Ia menambahkan, setidaknya di Lubuk Basung ada lima pelaku UMKM yang memproduksi dendeng rinuak dengan jumlah produksi yang cukup besar.
“Bahkan produksi UMKM tersebut jumlahnya jauh di atas produksi saya. Semoga suatu saat, daerah ini dikenal sebagi sentra usaha pengolahan dendeng rinuak yang menjadi makanan khas Lubuk Basung,” harapnya.
(Jaswit)