Kototangah, kaba12.com — Nagari Koto Tangah, kecamatan Tilatang Kamang siap pacu program pembangunan yang sudah dirancang tahun 2019 dan berupaya mendorong optimalisasi kegiatan sejak dini sesuai regulasi.
Hal itu terangkum saat pemerintah nagari Koto Tangah, kecamatan Tilatang Kamang menerima tim monitoring kegiatan pembangunan fisik tahun 2019 dan klarifikasi data perkembangan nagari tahun 2017-2018 di ruang kantor KAN Koto Tangah, Selasa,(19/2).
Tim Monitoring Kecamatan Tilatang Kamang yang dipimpin Ade Harlien, Camat Kecamatan Tilatang Kamang didampingi Kasi PMN Zulkifli Kasi Tapem Nelmayetti, membahas berbagai hal terkait dengan data pendukung, kelengkapan administrasi dan skema kegiatan sebagai tahapan pelaksanaan program pembangunan.
Monitoring dan klarifikasi tim kecamatan itu menghadirkan Suwardi sekretaris Nagari, Kasi dan Kaur Nagari Koto Tangah.
Sekretaris nagari Koto Tangah Suwardi menjelaskan, untuk tahun 2019, nagari Koto Tangah mendapatkan alokasi dana nagari sebesar Rp 2.342.831.092 dan dana desa sebesar Rp 1.013.792.220, yang diproyeksikan untuk kegiatan fisik berupa pembangunan irigasi, pemeliharaan jalan nagari, jalan lingkungan pemukiman dan jalan usaha tani .
Selain itu, kegiatan non fisik dengan 4 bidang masing-masing bidang pemerintahan, bidang pembinaan, bidang pemberdayaan dan bidang penanggulangan bencana.
Sementara menurut Zulkifli Kasi.PMN Tilatang Kamang monitoring pembangunan fisik dilaksanakan sebagai evaluasi awal dan persiapan pembangunan fisik yang bertujuan untuk meminimalisir kesalahan dalam perencanaan kegiatan pembangunan yang nantinya akan berdampak pada proses pelaksanaan pembangunan fisik di nagari.
Ditambahkan, dengan monitoring ini diharapkan kegiatan pembangunan fisik bisa berjalan dengan baik ,lancar sesuai dengan perencanaan.
Dilain pihak, menurut Nelmayetti, Kasi Tapem kecamatan Tilatang Kamang, klarifikasi data perkembangan nagari mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa.
Disebutkan, klarifikasi ini merupakan tolak ukur untuk mengetahui tingkat perkembangan Nagari, dengan Kategori Cepat Berkembang, Berkembang dan Kurang Berkembang.
HARMEN/NENG
