Lubuk Basung, Kaba12 — Pemerintah Kabupaten Agam Bupati Agam, gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Agam Tahun 2027, yang dibuka Bupati Agam, Beni Warlis, di Aula Bappeda Lubuk Basung, Kamis, (02/4).
Dalam agenda yang sama, Pra Musrenbang Stunting Tahun 2027 juga digelar. Kegiatan tersebut menjadi forum penting dalam menyusun arah kebijakan pembangunan Kabupaten Agam tahun 2027, sekaligus menyelaraskan program prioritas daerah dengan program pembangunan provinsi dan nasional.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa tema pembangunan Kabupaten Agam tahun 2027 adalah “pemulihan infrastruktur dan penguatan layanan dasar untuk mendorong perubahan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.” Tema ini dinilai relevan dengan kondisi daerah saat ini, terutama dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pemulihan infrastruktur menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena infrastruktur merupakan fondasi utama dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, seperti sektor pertanian, perdagangan, pariwisata, dan sektor lainnya.

“Tentunya, diiringi dengan penguatan layanan pendidikan, kesehatan, dan serta perlindungan sosial juga harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bupati juga menekankan bahwa perencanaan pembangunan harus dilakukan secara partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, Musrenbang menjadi wadah strategis untuk menampung aspirasi masyarakat yang nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan daerah.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat dalam merumuskan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.
“Perencanaan pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak agar pembangunan benar -benar berdampak bagi masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, pelaksanaan Pra Musrenbang Stunting juga menjadi perhatian penting pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Agam.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat program penanganan stunting melalui pendekatan lintas sektor, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, sanitasi, hingga ketahanan pangan.
Bupati berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menyusun program penanganan stunting yang lebih terintegrasi, tepat sasaran, dan berkelanjutan, sehingga angka stunting di Kabupaten Agam dapat terus menurun setiap tahunnya.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral, tetapi harus melalui kolaborasi lintas sektor agar hasilnya optimal,” tambahnya.
Melalui Musrenbang RKPD Tahun 2027 ini, Pemerintah Kabupaten Agam berharap dapat merumuskan program pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
(TAUFIQ)