Tanjung Raya, Kaba12.com — Musibah longsor yang melanda Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, merupakan murni bencana alam.
Hal itu dikatakan Camat Tanjung Raya Handria Asmi bahwa musibah tersebut merupakan murni dari bencana alam, bukan hasil pembalakan liar.
“Pagi tadi petugas BPBD Agam, Satpol PP, TNI/Polri, dan masyarakat sudah mensurvei ke atas (hulu sungai), dan membawa chainsaw untuk membersihkan dahan kayu yang menghambat alur air sungai. Setelah melihat situasi, ternyata kejadian ini murni bencana alam,” kata Handria Asmi kepada kaba12.com, Minggu (22/12) siang.
Disebutkan, karena memang kondisi tanah yang labil maka ketika hujan turun akan rentan terhadap longsor.
“Tanah ini bercampur pasir, makanya sangat labil. Dan kondisi tanah ini sama dengan tanah di Galapuang yang dilanda longsor juga beberapa waktu lalu,” katanya.
Ketika kemarau datang, tambahnya, tanah ini tiba-tiba retak, dan saat hujan lebat mengguyur tanah tersebut akan turun dan menimbulkan longsor.
Pihaknya sudah menghimbau masyarakat yang tinggal di perbukitan dan didekat anak sungai agar selalu waspada ketika hujan lebat datang.
“Kita selalu menghimbau masyarakat yang tinggal di perbukitan untuk selalu berhati-hati, apalagi ketika memasuki musim hujan saat ini,” himbaunya.
(*/Bryan)
