Sungai Batang, KABA12.com — Nagari Sungai Batang yang terletak di tepian Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam mempunyai keberagaman budaya, adat, objek wisata dan sejarah yang patut dikembangkan secara maksimal agar bisa lebih dikenal banyak orang.
Selain terkenal sebagai kampungnya Buya Hamka, Nagari Sungai Batang juga memiliki potensi adat dan budaya yang sangat beragam.
Hal inilah membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menunjuk Nagari Sungai Batang sebagai salah satu desa di Indonesia masuk dalam program Pemajuan Kebudayaan Desa Tahun 2021. Pemajuan kebudayaan desa merupakan sebuah platform kerja bersama membangun desa mandiri.
Menindaklanjuti program tersebut, pihak Pendamping Kebudayaan Desa atau Daya Desa Nagari Sungai Batang menggelar pertemuan sosialisasi bersama tokoh masyarakat, Senin (12/7).
Kegiatan yang diselenggarakan di Rumah Gadang Baanjuang Nur Sutan Iskandar, Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang ini dihadiri Camat Tanjung Raya Handria Asmi, Pj Walinagari Rustian R, Ketua KAN Syawaluddin Dt Mangkudun, Ketua Bamus Azwar Nur Dt Panghulu Basa, Angku Yus Dt Bandaro Bodi (eks Dt Parpatiah), Walijorong, mahasiswa KKN UNP, bundo kanduang dan lainnya.
Pendamping Kebudayaan Desa (Daya Desa) Nagari Sungai Batang, Rudi Yudistira mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan ini merupakan tahapan sosialisasi awal setelah terpilihnya Nagari Sungai Batang menjadi paltform pemajuan kebudayaan desa yang ditunjuk oleh Kemendikbud RI.

Ia menyebut, terpilihnya Nagari Sungai Batang dalam program ini lantaran memiliki beragam potensi budaya, termasuk adat dan sejarah.
“Alhamdulillah, Nagari Sungai Batang ditunjuk pemerintah pusat melalui Kemendikbud dalam program pemajuan kebudayaan desa tahun ini.
Tujuannya adalah bagaimana nagari kita ini bisa mengembangkan potensi budayanya, sehingga dapat mewujudkan inisiatif pemajuan kebudayaan melalui pemberdayaan masyarakat,” kata Rudi.
Ia menambahkan, seluruh unsur yang ada di Nagari Sungai Batang diharapkan dapat mendukung program ini, sehingga nantinya bisa mengangkat segala potensi budaya yang ada, supaya dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Disamping itu, Rudi mengakui bahwa terdapat tiga nagari di Kabupaten Agam yang ditunjuk dalam program Kemendikbud ini. Diantaranya
Nagari Sungai Batang, Nagari Balai Gurah, dan Nagari Sungai Landia.
“Kita bersyukur karena Sungai Batang menjadi salah satu perwakilan di Kabupaten Agam dalam program ini. Kita sangat berharap program ini bisa berjalan baik, demi mengangkat dan menggali segala potensi yang ada,” ujarnya.
Camat Tanjung Raya Handria Asmi menyebutkan, melalui program tersebut diharapkan mampu mengangkat potensi budaya di Nagari Sungai Batang yang nantinya berujung pada kemajuan nagari.
“Seluruh budaya yang telah mulai pudar mari kita bangkitkan kembali dengan sistem pengembangan. Dalam program ini juga diperlukan sebuah tim kerja agar nantinya melahirkan peta potensi dalam pengembangan kebudayaan,” ungkapnya.
Menurutnya, program dari pemerintah pusat ini juga diperlukan sinkronisasi dengan sistem data Sustainable Development Goals (SDGs) yang berujung pada kemajuan nagari. “Kita berharap program Pemajuan Kebudayaan Desa ini bisa sinkron dengan data SDGs agar dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ulas Handria.
Sementara itu, Ketua Bamus Nagari Sungai Batang, Azwar Nur Dt Panghulu Basa menambahkan, peran serta pemerintah Kabupaten Agam sangat diperlukan dalam mensukseskan program pemajuan kebudayaan tersebut. Pemerintah kabupaten melalui dinas terkait harus diikutsertakan guna meraih hasil yang lebih maksimal.
“Selain itu, saya juga berharap agar setiap jorong di Nagari Sungai Batang disediakan papan atau baliho informasi terkait dengan kebudayaan yang dimiliki,” katanya.
Disisi lain, Angku Yus Dt Bandaro Bodi (eks Dt Prapatiah) mengapresiasi Nagari Sungai Batang yang telah masuk dalam program Platform Pemajuan Kebudayaan Desa dari Kemendikbud RI.
Menurutnya, budaya di Minangkabau adalah berlandaskan pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK) yang merupakan salah satu filosofi hidup masyarakat Minang.

“Sementara budaya di Nagari Sungai Batang adalah membina dan memproduk manusia yang agamis, beradat, dan berkarakter. Oleh karena itu, diharapkan semua potensi yang ada ini bisa dikembangkan secara maksimal,” jelasnya.
Pj Walinagari Sungai Batang, Rustian R mengucapkan terima kasih kepada Pendamping Kebudayaan Desa yang telah menggeliatkan dan mengembangkan sektor budaya di Sungai Batang. Ia menyebut, melalui sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan potensi budaya, sesuai dengan tujuannya.
“Atas nama pemerintah nagari kami sangat mendukung program ini. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan maksimal, sehingga mampu menghasilkan tujuan sesuai dengan harapan,” ungkapnya.
(Bryan)
