Tiga mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Soni Febriga Saragih, Vebta Yuanto Hulu dan Yensriwila Saragih menciptakan alat elektrik pembasmi nyamuk menggunakan ekstrak daun salam dan daun alpukat yang ramah lingkungan.
Pembasmi nyamuk elektrik ini bekerja menggunakan sensor frekuensi berbasis mikro kontroler yang bekerja mendeteksi nyamuk dari jarak satu meter.
Ketiganya menciptakan smart spray killing musquitos atau smile use yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Karena menggunakan ekstrak dedaunan sebagai pembunuh nyamuk.
Alat elektronik pembasmi nyamuk ini bekerja saat nyamuk mendekat, alat elektronik ini langsung menyemprotkan ekstrak daun salam dan daun alpukat yang mengandung flaponoid ditambah dengan cairan etanol. Semua dedaunan ini dihaluskan dan diambil ekstraknya, ekstrak daun salam dan daun alpukat ini dikenal sangat ampuh membunuh nyamuk dalam waktu cepat.
Smart spray killing musquitos dibuat menggunakan kayu triplek berbentuk persegi empat. Di dalamnya menyimpan sejumlah komponen elektronik yang sudah diprogram, lampu sinar ultraviolet, dan spray pewangi ruangan yang telah dimodifikasi.
Rencananya setelah dilakukan penelitian dan penyempurnaan cara kerja alat smart killing musquitos atau smile use ini, pihak USU akan memproduksinya secara massal untuk diperjualbelikan kepada masyarakat.
(sumber: sindonews.com)
