Lubukbasung, kaba12.com — Baru beberapa hari difungsikan, 3 kompleks isolasi yang disiapkan Pemkab.Agam, masing-masing dua gedung di kompleks RSUD Lubukbasung dan 1 lokasi di BLK Sungai Jariang, Lubukbasung sudah dinyatakan penuh.
Bahkan, pantauan kaba12.com, lima ruangan baru di kompleks instalasi rawat inap RSUD Lubukbasung yang disulap menjadi tempat isolasi, sudah terlihat penuh, dengan tingkat aktivitas pelayanan dan kunjungan warga termasuk jumlah warga yang meninggal yang tinggi.

Seperti halnya Minggu dan Senin ini, terlihat kegiatan petugas medis di RSUD Lubukbasung ekstra sibuk menangani pasien yang masuk, termasuk kegiatan pemusalaran jenazah yang dinyatakan positif terinfeksi covid-19, bahkan proses pemakaman sampai berlangsung malam hari.
Peningkatan kasus terkonfirmasi positif, termasuk tingginya jumlah warga yang meninggal membuat petugas yang terlibat dalam penanganan kasus covid-19 di RSUD Lubukbasung terlihat kewalahan.
Diduga, akibat terbatasnya personil, membuat proses penanganan dan pemusalaran jenazah terlambat yang kemarin memicu reaksi dari keluarga warga yang meninggal karena harus menunggu sejak pagi.
Kondisi itu dibenarkan Yosefriawan, plt.kadinas kesehatan Agam yang menyebutkan, penuhnya ruang perawatan di 3 kompleks isolasi yang sudah disiapkan Pemkab.Agam itu, dampak dari lonkakan kasus terkonfirmasi positif baru yang tinggi beberapa hari terakhir.

Bahkan sesuai data Satgas Penanganan Covid-19 Agam, Senin,(12/7) ini, tercatat penambahan 47 kasus positif baru, yang berasal dari kecamatan Lubukbasung 40 kasus, dan 7 kasus dari kecamatan Ampek Nagari, dengan total warga yang masih dalam penanganan medis sebanyak 758 orang, 203 orang diantaranya berasal dari kecamatan Lubukbasung, dan 131 orang diantaranya menjalani perawatan di beberapa rumah sakit.
Melonjaknya kasus terkonfirmasi positif di kabupaten Agam itu, ditengarai dampak masih tingginya aktifitas masyarakat dalam berbagai kegiatan, baik kegiatan pesta pernikahan, beragam acara yang digelar serta aktivitas lain yang sangat rawan potensi penyebaran virus corona itu.
HARMEN
