Longsor Isolasi Nagari Sipinang, Palembayan Jorong Kampuang Tabu, Belum Diakses Bantuan

Lubukbasung,kaba12 — Dampak bencana hidrometeorologi yang memicu hujan lebat berkemapangan menyebabkan bencana longsor di berbagai sudut wilayah Kabupaten Agam, termasuk di wilayah tersuruk di Kecamatan Palembayan.

Informasi yang diperoleh kaba12, dampak longsor membuat akses jalan pasca bencana longsor yang terjadi Kamis,(27/11) pekan lalu ,membuat akses jalan putus total. Hingga Rabu,(3/12) ini, mayoritas ruas jalan terutama di berbagai jorong di Nagari Sipinang, Palembayan, terutama Jorong Kampuang Tabu.

Kemudian di 7 jorong Nagari Data Palembayan, termasuk Data Baringin, Data Buaiyan dan beberapa titik lain, yang hanya bisa diakses dengan kendaraan roda dua, setelah warga bergotong-royong membuka akses jalan secara manual di berbagai titik longsor agar bisa menrebos akses keluar kampung.

Seperti disebutkan Anggi Patrika, toko masyarakat Jorong Kampuang Tabu, Nagari Sipinang, Palembayan yang saat ini tengah menggalang dukungan bantuan dari berbagai pihak, untuk bisa dipasok ke Jorong Kampuang Tabu, karena sejak terdampak bencana akses ke wilayah iu terputus, aliran listrik padam, jaringan internet putus total, dan kendaraan baru bisa masuk hanya roda dua.

Sebelumnya, informasi yang diperoleh kaba12, pasokan bantuan melalui helicopter Basarnas di Nagari Sipinang, yang merata sampai ke masyarakat terdampak, karena luasnya areal terdampak, “akses jalan baru bisa ditembus kendaraan roda dua, setelah warga menggelar goro bersama, “sebut Anggi Patrika.

Pihaknya bersama berbagai kelompok masyarakat yang prihatin akan kondisi itu, dijadualkan akan bergerak ke lokasi terdampak, menghimpun donasi dan memasok bantuan untuk warga terdampak, “kita upayakan Rabu, (3/12), pasokan bantuan untuk wilayah itu bisa ditembus, karena sudah ada beberapa armada yang mendukung untuk ke lokasi, “ulasnya.

Kecamatan Palembayan,merupakan wilayah terdampak cukup parah akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor, selain di Nagari Salareh Aia Utara yang menyebabkan banyak korban jiwa, bahkan tercatat 139 orang meninggal, banyak titik lain, yang terdampak bahkan terkurung di kampuang mereka masing-masing, karena akses jalan keluar baik dari Palembayan, pusat kota Palembayan, dari Matur, dari Tanjung Raya dan Ampek Nagari, masih tidak bisa dilewati kendaraan.

(HARMEN)

0Shares