LAPAN Sosialisasikan Teknologi Drone Pertanian Presisi di Tanjung Raya

Koto Gadang, kaba12.com — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melakukan sosialisasi dan demonstrasi teknologi drone pertanian presisi di Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Rabu (11/11).

Sosialisasi dan demonstrasi itu sekaligus mendukung perkembangan teknologi sektor pertanian di era modern.

Koordinator Bidang Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN Enchung Sumarna menyebutkan, saat ini penggunaan teknologi drone telah mulai dilakukan pada sektor pertanian. Dimana hal ini sangat membantu para petani memberikan gambaran lahan tani secara jelas, serta mempermudah melakukan perawatan dan pengawasan tanaman dengan maksimal.

“Dengan demikian, hal ini juga memberikan manfaat bagi petani agar lebih efisien dengan waktu dan tenaga. Sehingga nantinya bisa memberikan hasil produksi terbaik di masa panen nanti,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini drone hanya bisa digunakan untuk pengambilan foto dan video. Akan tetapi saat ini teknologi tersebut sudah bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas produksi di sektor pertanian, seperti penyemprotan pupuk, pestisida, dan herbisida.

Ditambahkan Enchung Sumarna, alat tersebut mempunyai kapasitas 5 liter untuk penyemprotan dengan areal sawah seluas 0,4 hektar. “Selain itu, teknologi ini juga dapat digunakan untuk menganalisis lahan, lapangan, pemetaan manajemen irigasi, pemantauan kemajuan tanaman, serta penilaian kesuburan tanah,” sebutnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Arief Restu berharap, pihak LAPAN mau melakukan demonstrasi slot untuk waktu satu kali musim tanam. Kendati demikian, hal ini dapat mengukur hasil yang diperoleh, sehingga bisa memberikan perencanaan terbaik untuk kedepan.

Disebutkan, wilayah Kecamatan Tanjung Raya merupakan salah satu sektor penyumbang beras terbaik di Sumatera Barat. Dimana beras yang terkenal di produksi yaitu bernama beras danau.

“Akan tetapi, hama dan penyakit masih menjadi musuh utama bagi para petani kita. Mudah-mudahan melalui pengembangan teknologi ini, kendala yang di alami petani bisa segera diatasi,” katanya.

Sementara itu, harga drone untuk sektor pertanian terbilang cukup mahal. Dimana harga jualnya dipasaran berkisar sekitar Rp 90 juta.

(Bryan)

0Shares