Kuda Sumbar Dominasi Final Kejurnas 2017

Bukittinggi, KABA12.com — Peternak kuda di Sumatera Barat patut berbangga. Pasalnya,  sembilan kuda berdarah Sumbar lolos ke babak final dalam kejuaraan nasional pacuan kuda 2017 di Lapangan Pacuan Tegal Waton, Salatiga 30 Juli mendatang.

Kelas yang akan dipertandingkan sebanyak 6 race dan puncaknya Kelas Derby Indonesia. Pacuan ini diikuti oleh 8 kontingen Pengda Pordasi; Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan dan DI Yogyakarta.

Ketua harian Pordasi Sumbar, Ramlan Nurmatias menjelaskan, pada babak penyisihan, Minggu  (16/07) lalu, 5 ekor kuda Sumbar lolos ke babak final di Kelas Derby 2000 m, 2 ekor di kelas Remaja 1600 m, 1 ekor di kelas Pemula A/B 1400 m, dan 1 ekor di kelas 1200 m Pemula C/D.

“Alhamdulillah, kita bangga dengan hasil yang diraih. Apalagi di kelas derby, Sumbar mendominasi. Ini membuktikan bahwa geliat olah raga kuda di Sumbar semakin meningkat, terutama bagi peternak kuda sendiri,” jelasnya.

Diantara sekian banyak kuda Sumbar yang masuk final, lanjut Ramlan, kuda dari Bukittinggi menjadi kuda terbanyak mewakili Sumbar di ajang nasional, khususnya di kelas Derby.

Diantaranya, Kamang Chrome dan Bukittinggi Bold dari emeral stable serta sejumlah kuda lainnya. Selain itu juga terdapat kuda dari daerah Payakumbuh dan Sawahlunto.

“Tidak ada yang menyangka bahwa kuda Sumbar saat ini sangat diperhitungkan. Sehingga nilai jual kuda pacuan di Sumbar inipun melambung, bahkan hingga Rp 500 juta untuk satu ekornya,” ungkap Ramlan yang juga Walikota Bukittinggi ini.

Kedepan Pordasi Sumbar akan mendorong kabupaten kota di Sumatera Barat untuk membuka lapangan pacu kuda di masing-masing daerah. Sehingga alek nagari tersebut dapat terus dipertahankan dan terus berkembang di tengah masyarakat.

Khusus untuk Bukittinggi, selaku Walikota, Ramlan Nurmatias juga telah mengadakan pembicaraan dengan pemkag Agam dan juga dinas PU untuk perencanaan pelebaran Galanggang Pacuan Kuda Bukik Ambacang.

“Kini panjang lintasan di Bukik Ambacang baru 800 m. Kedepan kita upayakan untuk menjadikannya 1200 m. Jika terwujud, kita akan boyong Kejurnas dilaksanakan di Bukittinggi-Agam ini,” pungkasnya.

(Ophik)

0Shares